Kasus PMK di Sragen
Alasan Di Balik Penularan PMK di Sragen Mulai Menurun, Banyak Peternak Paham Cara Rawat Sapi Sakit
Penurunan penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang jangkit sapi-sapi di Kabupaten Sragen disebabkan oleh banyak faktor.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Penurunan penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang jangkit sapi-sapi di Kabupaten Sragen disebabkan oleh banyak faktor.
Diketahui, total sapi yang terjangkit PMK hingga Senin (27/1/2025) sebanyak 1.368 ekor.
Sapi yang masih terjangkit PMK sebanyak 42 ekor, dan 1.147 diantaranya telah dinyatakan sembuh.
Selain itu, kini kasus PMK di Kabupaten Sragen hanya tersebar di 3 kecamatan saja, yakni Mondokan (14 kasus), Kalijambe (14 kasus), dan Plupuh (14 kasus).

Kondisi yang berbeda terlihat dua pekan lalu, tepatnya pada Rabu (15/1/2025).
Pada saat itu, sapi yang terjangkit PMK total sebanyak 1.354 ekor.
Jumlah sapi yang terjangkit PMK sebanyak 1.007 ekor, sedangkan yang sudah dinyatakan sembuh baru 225 ekor.
Kasus PMK pun masih tersebar di 20 kecamatan pada saat itu.
Kini, jumlah sapi yang dari PMK pun sembuh semakin banyak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sragen, Suparno mengatakan banyak sapi yang sembuh dari PMK salah satunya karena rajin melakukan disinfeksi.
Selain itu, para peternak yang mulai mengetahui cara merawat sapi yang sakit juga menjadi faktor penularan PMK menurun di Kabupaten Sragen.
Baca juga: Sempat Merebak, Kini Tinggal 42 Sapi di Sragen Terjangkit PMK, 1.147 Ekor Telah Dinyatakan Sembuh
"Faktor banyaknya sapi yang sembuh karena disinfeksi atau penyemprotan disinfektan di kandang-kandang ternak dan di pasar hewan seminggu 2 kali," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (29/1/2025).
"Selain itu, dilakukan pengobatan ternak yang sakit, pengetahuan peternak yang sudah paham cara penanganan ternak sakit lewat penyuluhan Komunikasi Informasi dan Edukasi juga menjadi salah satu faktornya," sambungnya.
Selain hal tersebut, Suparno menyatakan bahwa para peternak juga telah melakukan manajemen pemeliharaan yang baik.
Selain itu, adanya respon yang baik antara peternak dan petugas lapangan, juga membuat kasus PMK di Sragen mengalami penurunan.
"Karena setiap ada laporan PMK, kita bisa dengan cepat menindaklanjuti," pungkasnya.
(*)
Meski Sudah Dibuka Lagi, Pasar Hewan Sragen Belum Terisi Penuh 100 Persen, Apa Alasan Di Baliknya? |
![]() |
---|
Pasar Hewan Sudah Dibuka, DKP3 Sragen Sebut Tak Ada Lagi Laporan Penularan PMK yang Jangkiti Sapi |
![]() |
---|
Kasus PMK Sudah Nihil, Penutupan Pasar Hewan di Sragen Tetap Diperpanjang hingga 15 Februari 2025 |
![]() |
---|
Dua Pekan Terakhir Tak Ada Lagi Tambahan Kasus PMK di Sragen, 1.185 Ekor Sapi Dinyatakan Sembuh |
![]() |
---|
Kasus PMK di Sragen Turun, Pasar Hewan Belum Kunjung Dibuka Lagi, DKP3 : Tunggu Wilayah Lain |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.