Sritex Tutup Permanen

PHK Besar-besaran di PT Sritex, 594 Pekerja Asal Wonogiri Ikut Terdampak

Ratusan pekerja asal Wonogiri yang bekerja di PT Sritex turut terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran akibat pailit.

Tayang: | Diperbarui:

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Ratusan pekerja asal Wonogiri yang bekerja di PT Sritex turut terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran akibat pailit.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Wonogiri Wiyanto mengatakan berdasarkan informasi dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Sukoharjo, ada 594 karyawan PT Sritex yang berasal dari Wonogiri.

Menurutnya, dari ratusan pekerja itu, usianya bervariasi mulai dari 20 tahun hingga 60 tahun.

"Usianya bervariasi. Yang banyak usia 30-an, masih usia produktif," kata Wiyanto, Senin (3/3/2025).

TERIMA NASIB : Ribuan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Sukoharjo, mulai membawa perlengkapan pribadi mereka dari tempat kerja setelah penyebaran formulir pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Rabu (26/2/2025) kemarin.  Ratusan pekerja asal Wonogiri yang bekerja di PT Sritex turut terdampak PHK.
TERIMA NASIB : Ribuan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Sukoharjo, mulai membawa perlengkapan pribadi mereka dari tempat kerja setelah penyebaran formulir pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Rabu (26/2/2025) kemarin. Ratusan pekerja asal Wonogiri yang bekerja di PT Sritex turut terdampak PHK. (TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf)

Saat ini, Disnakerin Wonogiri turut memantau perkembangan terkait hak-hakpara pegawai yang terkena PHK.

Para pekerja yang sudah di PHK bisa mencari pekerjaan lain.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan di Wonogiri yang membutuhkan karyawan.

Di Wonogiri sendiri, ada sejumlah perusahaan garmen atau konveksi yang juga membutuhkan karyawan, misalnya Top & Top, Liebra Permana dan TMNC.

"Ada beberapa perusahaan yang membutuhkan karyawan, diantaranya tiga itu. Rencana kita juga akan buka posko untuk yang dari PT Sritex ini," jelasnya.

Baca juga: Duh, Kurator Sebut Pencairan Pesangan untuk Buruh Sritex Sukoharjo Butuh Proses Tidak Sebentar

Terpisah, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno mengatakan di Wonogiri ada sejumlah industri garmen yang mirip dengan PT Sritex. Menurut dia, perusahaan-perusahaan itu masih membutuhkan karyawan.

"Harapan kita, teman-teman dari Wonogiri yang bekerja di Sritex dan terkena PHK, bisa tertampung di perusahaan yang ada di Wonogiri. Semoga bisa tertampung," kata Setyo.

Dengan begitu, warga Wonogiri yang terkena PHK di PT Sritex bisa mencari pekerjaan di lokasi yang lebih dekat dengan rumah.

"Kalau (perusahaan di Wonogiri) di bidang garmen sepertinya tidak ada kendala. Kita pantau dulu," katanya. 

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved