Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Perangkat Desa di Sragen Konsumsi Sabu

Ditanya Siap Dipecat atau Tidak, Perangkat Desa di Sragen Terjerat Kasus Narkoba : Ampun

Seorang perangkat desa di Kabupaten Sragen, Yuda (35) yang terjerat kasus narkoba mengaku belum siap apabila dipecat dari jabatan.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Seorang perangkat desa di Kabupaten Sragen, Yuda (35) yang terjerat kasus narkoba mengaku belum siap apabila dipecat dari jabatan.

Yuda mengaku tidak takut dipecat, karena itu resiko yang ia harus jalani karena berurusan dengan hukum.

Saat ditanya, siap dipecat atau tidak, Yuda sontak menjawab "Nggih ampun," yang berarti "Ya Jangan," dalam Bahasa Jawa.

Yuda mengaku tidak ada perangkat desa yang lain yang juga mengkonsumsi sabu bersama dirinya.

Ia hanya mengkonsumsi sabu saat sedang menjadi sopir ekspedisi mengirim cabai ke Madura.

"Makai tidak buat apa-apa, biasa buat nambah semangat kerja," ucapnya, kepada TribunSolo.com, Selasa (11/3/2025).

TERCIDUK : Seorang perangkat Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Yuda (kiri) bersama temannya Sujat (kanan) ditangkap karena menjadi pengguna sabu, saat dihadirkan di Mapolres Sragen, Selasa (11/3/2025). Keduanya kini telah ditahan di rutan Polres Sragen untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
TERCIDUK : Seorang perangkat Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Yuda (kiri) bersama temannya Sujat (kanan) ditangkap karena menjadi pengguna sabu, saat dihadirkan di Mapolres Sragen, Selasa (11/3/2025). Keduanya kini telah ditahan di rutan Polres Sragen untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

Yuda mengaku ia tidak membeli sabu dari hasil kerjanya sebagai seorang perangkat desa.

Sekali membeli, biasanya ia pesan 0,5 gram sabu-sabu, yang digunakan untuk sekali pakai.

Baca juga: Terjerat Kasus Narkoba, Perangkat Desa di Sragen Mengaku Sudah 2 Tahun Konsumsi Sabu

Uang untuk membeli sabu, Yuda mengaku bukan dari hasil kerjanya sebagai seorang perangkat desa.

"Beda, dari kerja sampingan, nyopir," singkatnya.

Yuda sendiri sudah berkeluarga dan memiliki 3 anak. 

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved