Fakta Menarik Tentang Klaten
Asal-usul Nama Bayat yang Kini jadi Nama Kecamatan di Klaten, Ada Kisah Ki Ageng Pandanaran
Kecamatan ini berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tradisi membatik di Bayat dipercaya sudah ada sejak masa pra-Hindu dan berkembang pesat pada masa Ki Ageng Pandanaran.
Pada awal 1900-an, batik Bayat dipasarkan ke Surakarta dan Gunung Kidul.
Baca juga: Asal-usul Nama Mayang yang Kini Jadi Desa di Sukoharjo, Ada Kisah Terkenal Tumenggung Mayang
Salah satu tokoh yang berjasa besar dalam perkembangan ini adalah Buyut Wiryodinomo, yang dikenal dengan julukan “Wiryo Bandhul”.
Ia berdagang batik menggunakan andhong—kereta kuda miliknya—dan menjadi salah satu pengusaha batik besar saat itu.
Namun, motif asli batik Bayat tidak banyak diketahui.
Berdasarkan pengamatan, motif yang menjadi ciri khas Bayat adalah alas-alasan, yang menggambarkan flora dan fauna hutan.
Setiap pembatik memiliki gaya unik, menjadikan motif ini sangat bervariasi dan kaya makna.
Masa kejayaan batik Bayat berlangsung hingga tahun 1975.
Setelahnya, industri ini perlahan meredup, terutama karena munculnya batik printing seperti Batik Keris dari Surakarta yang lebih murah dan cepat diproduksi.
(*)
Asal-usul Umbul Nilo Klaten, Sudah Dimanfaatkan Sejak Zaman Kolonial Belanda |
![]() |
---|
Asal-usul Nama Desa Jaten di Juwiring Klaten : Mitos Pohon Jati Raksasa dan Jejak Kerajaan Majapahit |
![]() |
---|
Asal-usul Kecamatan Karangnongko Klaten, Masih Ada Jejak Mataram Kuno di Tengah Sawah |
![]() |
---|
Kisah Pembentukan Pasoepati - Pasukan Soeporter Pelita Sejati: Berawal dari Kerusuhan 1988 di Solo |
![]() |
---|
Asal-usul Watu Sepur di Bayat Klaten, Ada Batu Tertua dan Tempat yang Dikenal Mistis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.