Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Fakta Menarik Tentang Klaten

Asal-usul Nama Bayat yang Kini jadi Nama Kecamatan di Klaten, Ada Kisah Ki Ageng Pandanaran

Kecamatan ini berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
IKON BAYAT - Spot swafoto favorit wisatawan saat berkunjung di Bukit Sidoguro yang berlokasi di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Rabu (17/4/2024). Begini sejarah Kecamatan Bayat di Klaten, Jawa Tengah. 

Tradisi membatik di Bayat dipercaya sudah ada sejak masa pra-Hindu dan berkembang pesat pada masa Ki Ageng Pandanaran.

Pada awal 1900-an, batik Bayat dipasarkan ke Surakarta dan Gunung Kidul.

Baca juga: Asal-usul Nama Mayang yang Kini Jadi Desa di Sukoharjo, Ada Kisah Terkenal Tumenggung Mayang

Salah satu tokoh yang berjasa besar dalam perkembangan ini adalah Buyut Wiryodinomo, yang dikenal dengan julukan “Wiryo Bandhul”.

 Ia berdagang batik menggunakan andhong—kereta kuda miliknya—dan menjadi salah satu pengusaha batik besar saat itu.

Namun, motif asli batik Bayat tidak banyak diketahui.

Berdasarkan pengamatan, motif yang menjadi ciri khas Bayat adalah alas-alasan, yang menggambarkan flora dan fauna hutan.

Setiap pembatik memiliki gaya unik, menjadikan motif ini sangat bervariasi dan kaya makna.

Masa kejayaan batik Bayat berlangsung hingga tahun 1975.

Setelahnya, industri ini perlahan meredup, terutama karena munculnya batik printing seperti Batik Keris dari Surakarta yang lebih murah dan cepat diproduksi.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved