Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Wedang Dongo Keprabon, Kuliner Tradisional Khas Solo yang Eksis Sejak 1963
Saat ini, Kedai Wedang Dongo Keprabon kini dikelola oleh generasi ketiga yang masih setia menjaga cita rasa asli dari sang leluhur.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tradisi membawa tujuh butir mochi saat berdoa dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan.
Inspirasi inilah yang tercermin dalam setiap porsi Wedang Dongo—terdiri dari kacang, kolang-kaling, dan bulatan ketan berisi kacang halus yang menyerupai ronde.
Baca juga: Sejarah Molen Pisang Tawangmangu Karanganyar, dari Sekaten Tahun 1984 Kini Jadi Oleh-oleh Khas
Yang membedakan Wedang Dongo dari wedang ronde terletak pada kuahnya yang lebih pekat dan bercita rasa jahe yang lebih kuat, memberikan sensasi hangat yang sempurna, terutama dinikmati di malam hari.
Dulunya, minuman ini bahkan dipercaya hanya disajikan untuk keluarga kerajaan.
Meskipun wedangan identik dengan generasi yang lebih tua, kini minuman seperti wedang dongo mulai menarik perhatian anak muda.
Kini banyak pengunjung muda yang datang, bahkan lebih memilih wedang dongo ketimbang kopi.
Dengan konsep yang lebih kekinian, kini Wedang Dongo Keprabon hadir dalam bentuk kafe di Jl. Teuku Umar No.19, Keprabon, Banjarsari, Solo, namun tetap mempertahankan tenda klasik di dekat Toko Atlas, Jl. Teuku Umar No.1.
Kedua lokasi ini tetap menjadi magnet bagi para penikmat kuliner tradisional Solo.
Selain minuman tradisional, Warung Dongo Keprabon juga menjual makanan kekinian seperti nasi goreng, olahan gurame, roti bakar, dan banyak menu lezat lainnya.
Wedang Dongo Keprabon buka dari pukul 10.00 WIB hingga 23.00 WIB setiap hari.
(*)
| Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an |
|
|---|
| Dulu Penyelamat saat Krisis Pangan, Inilah Tempe Gembus, Cikal Bakal Kuliner Legendaris Khas Solo |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Legendaris Solo : Cicipi Roti Kecik Ganep yang Sudah Ada Sejak Tahun 1881 |
|
|---|
| Sejarah Es Gabus, Kuliner Jadul yang Mulai Langka di Solo, Pernah Populer di Tahun 80-90an |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Unik di Klaten : Cicipi Soto Garing Tanpa Kuah, Menu Sarapan Sejak Tahun 1973 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kedai-Wedang-Dongo-Keprabon-yang-berlokasi-di-Jalan-Teuku-Umar.jpg)