Fakta Menarik Tentang Wonogiri

Asal-usul Nama Bukit Cumbri yang Kini jadi Wisata Hits Wonogiri, Ada Legenda Manuk Beri

Bukit Cumbri menawarkan pemandangan menakjubkan dari ketinggian sekitar 638 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
WISATA WONOGIRI - Bukit Cumbri yang Berselimut Kabut di Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Beginilah asal-usul nama Bukti Cumbri dan legendanya yang terkenal. 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bukit Cumbri, yang berada di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, merupakan destinasi wisata alam hits belakangan ini.

Bukit Cumbri menawarkan pemandangan menakjubkan dari ketinggian sekitar 638 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Meski tergolong sebagai gunung yang rendah, tempat ini menyimpan pesona luar biasa, baik dari sisi alam maupun cerita legenda yang melegenda di tengah masyarakat setempat.

Baca juga: Asal-usul Nama Kecamatan Wedi di Klaten : Ada Kisah Sunan Pandanaran Ubah Karung Beras jadi Pasir

Bukit Cumbri menjadi favorit para pendaki pemula karena medannya yang relatif mudah dibandingkan gunung-gunung lain di Pulau Jawa.

Meski disebut "bukit", warga sekitar justru menyebutnya sebagai "Gunung Cumbri".

Hal ini karena dalam Bahasa Jawa tidak dikenal istilah "bukit", sehingga apapun yang menjulang tinggi disebut sebagai "gunung".

Bukit ini memiliki tiga jalur pendakian, yaitu:

  • Pintu Barat: melalui Dusun Kepyar
  • Pintu Tengah: melalui Dusun Sumber, Desa Biting
  • Pintu Timur: melalui Dusun Jatisari, Desa Biting

Baca juga: Asal-usul Desa Ngaglik di Bulukerto Wonogiri, Dulu Berada di Bawah Naungan Mangkunegaran

Ketiga jalur ini terletak di Kecamatan Purwantoro dan berjarak dekat dari jalan raya, membuat akses ke Bukit Cumbri cukup mudah dijangkau.

Waktu pendakian rata-rata berkisar antara 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca.

Asal Usul Nama dan Legenda Manuk Beri

Nama “Cumbri” dipercaya berasal dari gabungan dua kata dalam Bahasa Jawa, yaitu cok dan bri.

Menurut cerita turun temurun, cok merupakan singkatan dari pencokan (tempat singgah atau bertengger), sedangkan bri merujuk pada manuk beri, burung garuda legendaris dalam kepercayaan masyarakat setempat.

Legenda yang menyelimuti Bukit Cumbri mengisahkan masa kelam ketika para petani mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus yang dipimpin oleh Raja Tikus bernama Tikus Jinodo.

Tak hanya petani, kerbau-kerbau pun ikut merasakan kesedihan karena kehilangan makanan.

Baca juga: Asal-usul Desa Ponggok Klaten yang Terkenal karena Umbulnya, Penah Jadi Objek Kolonisasi Belanda

Melihat penderitaan itu, manuk beri, seekor burung garuda sakti, tergerak untuk membantu.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved