Program Kerja Respati Astrid Ditolak
Sejumlah Program Respati-Astrid Ditolak, Pansus DPRD Solo Tegaskan Pembahasan RPJMD Sesuai Prosedur
Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Solo, Yanuar Sindhu Riyanto menegaskan bahwa seluruh pembahasan RPJMD sudah berjalan sesuai prosedur.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Momen menarik terjadi dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Solo 2025-2029 yang digelar di Graha Paripurna DPRD Solo, Rabu (9/7/2025).
Momen menarik tersebut terjadi saat Wali Kota Solo Respati Ardi dalam pidato penutupannya mengkritik terkait adanya fraksi di DPRD Solo yang tak ikut mengawal pembahasan RPJMD.
Respati menyayangkan bahwa fraksi tersebut absen saat rapat pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) RPJMD.
“Sudah beberapa kali hearing, beberapa kali kunker, lha kok ketika pembahasan malah nggak hadir. Kalau seperti ini, ya jelas pembahasan RPJMD tidak akan berjalan optimal,” ungkap Respati setelah rapat paripurna.

Hal menarik lainnya juga muncul ketika Respati mengakui bahwa sejumlah program kerja yang ia tuangkan di dalam Asta Cita Pembangunan Kota Solo juga ditolak oleh DPRD Solo.
"Iya betul. Ya banyak yang dipotong, program-program saya banyak yang tidak disetujui oleh DPRD," terang Respati saat ditemui di lokasi berbeda.
"Tapi mayoritas program saya ditolak oleh beberapa fraksi," tambah dia.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Solo, Yanuar Sindhu Riyanto menegaskan bahwa seluruh pembahasan RPJMD sudah berjalan sesuai prosedur.
Bahkan Yanuar mengklaim pihaknya telah berusaha keras untuk bisa menyelesaikan pembahasan RPJMD Kota Solo sebelum disetorkan ke Pemerintah Provinsi Jateng.
Baca juga: Bawa Nama Jokowi, Respati Ardi Akui Kecewa Ada Fraksi di DPRD Tak Kawal RPJMD Kota Solo
“Kami sudah menjalani rapat-rapat, studi banding, konsultasi, hingga rapat internal. Hari ini tinggal laporan hasil pembahasan yang akan dibacakan di paripurna,” tegas Yanuar.
Lebih lanjut, Yanuar juga menerangkan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengenai keabsahan data-data yang disampaikan dalam dokumen RPJMD.
“Kami pastikan semua aspek terakomodasi. Ada fokus tahunan yang sudah kami sampaikan juga dalam Musrenbang, termasuk ke lurah dan camat. Jadi mereka juga sudah memahami arah program di tiap tahunnya,” terangnya.
Baca juga: Sejumlah Fraksi DPRD Solo Tolak Program Kerja Respati-Astrid, Salah Satunya Koperasi Merah Putih
Yanuar menerangkan bahwa Pansus memang dikejar tenggat untuk segera mengirim dokumen RPJMD kepada Pemprov Jawa Tengah sebelum 10 Juli 2025, untuk dievaluasi.
“Kalau isi detailnya belum bisa saya buka, karena masih menunggu evaluasi Provinsi. Tapi secara umum, RPJMD ini memuat program pembangunan lima tahun ke depan dengan fokus utama pendidikan, kesehatan, ekonomi, pariwisata, budaya dan lingkungan hidup,” pungkas Yanuar.
(*)
Capaian PAD Solo Jeblok, Hanya Tembus Rp 156 Miliar dari Target Rp 930 Miliar |
![]() |
---|
Imbas Realisasi PAD Masih Jeblok, Separuh Pejabat Pemerintah Kota Solo Bakal Dirombak |
![]() |
---|
KPK Kritik Postur APBD Solo 2025, Belanja Modal Lebih Sedikit Ketimbang Belanja Jasa |
![]() |
---|
DPRD Sorot Anggaran Rp 650 Juta Pemkot Solo untuk Promosi Lewat Influencer Medsos : Urgensinya Apa? |
![]() |
---|
Beberapa Program Kerja Respati-Astrid Dicoret, Wakil DPRD Solo : Yang Menghapus OPD-nya Bukan Kita |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.