Fakta Menarik Tentang Klaten
Asal-usul Candi Gana di Klaten Jateng, Ada Relief Manusia Kerdil dalam Mitologi Hindu
Di kawasan percandian Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak hanya Candi Prambanan yang menjadi daya tarik wisata dan warisan dunia.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyimpan banyak destinasi wisata sejarah berupa candi.
Di kawasan percandian Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak hanya Candi Prambanan yang menjadi daya tarik wisata dan warisan dunia.
Ada sejumlah candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno lainnya yang tak kalah penting, salah satunya adalah Candi Gana.
Baca juga: Asal Usul Kampung Potrojayan di Serangan Solo Jadi Sentra Produksi Blangkon, Ada Peran Mbah Joyo
Namun, candi ini kurang dikenal wisatawan karena letaknya yang unik dan kondisinya yang belum sepenuhnya dipugar.
Lokasi dan Sejarah Singkat
Candi Gana berada di Dusun Bener, Kelurahan Bugisan, Kecamatan Prambanan, sekitar 300 meter sebelah timur Candi Sewu.
Berbeda dengan candi-candi lain di kompleks Prambanan, seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Lumbung, dan Candi Bubrah, Candi Gana berdiri terpisah di tengah-tengah perkampungan penduduk dan di luar pagar kompleks candi utama.
Secara historis, Candi Gana merupakan bangunan suci agama Buddha yang memiliki kedudukan sebagai subordinat dari Candi Sewu, candi pusat yang membentuk konsep mandala dalam agama Buddha di kawasan ini.
Baca juga: Asal-usul Candi Lumbung di Klaten, Warisan Mataram Kuno yang Undang Decak Kagum Pecinta Sejarah
Diperkirakan, candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra, berdasarkan ciri khas seni arsitektur seperti bingkai belah rotan dan sisi genta pada kaki candi.
Kondisi dan Arsitektur
Hingga kini, Candi Gana masih berupa reruntuhan bebatuan yang berserakan.
Proses pemugaran masih berlangsung, dan bebatuan yang ditemukan terdiri dari berbagai komponen, seperti batu relief bermotif bunga, sulur, hingga sosok manusia kerdil yang dikenal sebagai Gana dalam mitologi Hindu, makhluk yang dipercaya menopang bangunan candi.
Denah candi berbentuk bujur sangkar dengan arah hadap ke barat.
Baca juga: Asal-usul Candi Bubrah di Klaten, Dibangun Akhir Abad ke-8, Atapnya Lambangkan Tempat Tinggal Dewa
Tangga utama berada di sisi barat, meski komponennya belum lengkap dan masih menyatu dengan kaki candi.
Profil kaki candi yang tersisa menunjukkan bingkai rata, padma, dan belah rotan.
| Asal-usul Nama Desa Kemudo di Klaten : Konon Diambil dari Sosok Bangsawan Solo, Nyai Sri Kemudo |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Troketon di Klaten, Ada Kisah Eyang Trokecu yang Dihormati Masyarakat Setempat |
|
|---|
| Penjelasan Kenapa Banyak Candi Ditemukan di Klaten, Konon Ini Asal-usulnya |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Boto Wonosari Klaten : Diyakini Ada Makam Mbah Menggung Eks Prajurit Diponegoro |
|
|---|
| Penjelasan Kenapa Klaten Punya Banyak Umbul Bermata Air Jernih, Berkah dari Gunung Merapi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Beginilah-asal-usul-Candi-Gana-di-Klaten.jpg)