Makan Bergizi Gratis di Wonogiri

Menu MBG Ramadhan di Wonogiri Disoal, Orang Tua Pertanyakan Kualitas Makanan : Hanya Menu Kering

Orang tua di Wonogiri protes menu MBG Ramadan, gizi anak dinilai kurang seimbang.

Tayang:
TribunSolo.com/Istimewa
DIPROTES - Kualitas menu makan bergizi gratis (MBG) selama bulan Ramadhan di Wonogiri menuai kritik, belum lama ini. Beberapa orang tua mempertanyakan gizi dan variasi makanan yang diberikan, yang digantikan dengan menu kering, seperti snack dan roti. 

Ringkasan Berita:
  • Orang tua di Wonogiri protes kualitas menu MBG Ramadan, anak hanya dapat snack, roti, dan buah, minim sayur
  • Menu MBG kering dianggap kurang bergizi, anggaran Rp 8-10 ribu per porsi seharusnya lebih bervariasi dan sehat
  • Koordinator SPPI Wonogiri belum memberi tanggapan, orang tua berharap transparansi dan perbaikan gizi anak.

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Kualitas menu makan bergizi gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Wonogiri menuai kritik.

Beberapa orang tua mempertanyakan gizi dan variasi makanan yang diberikan, yang digantikan dengan menu kering, seperti snack dan roti.

Kekecewaan masyarakat terlihat melalui unggahan di media sosial, mulai dari Facebook hingga TikTok, terkait menu MBG yang diterima anak-anak mereka.

Menu MBG Kering Dinilai Minim Gizi

Salah satu orang tua di Kecamatan Wonogiri mengungkapkan bahwa MBG kering yang diterima anaknya, yang masih usia SD, jauh dari gizi seimbang.

Ia menyebut menu yang diberikan sebagian besar berupa snack.

"Isinya snack. Hanya buah, pernah ada telur dan susu yang bergizi," jelasnya.

Kualitas menu makan bergizi gratis (MBG) selama bulan Ramadhan di Wonogiri
DIPROTES - Kualitas menu makan bergizi gratis (MBG) selama bulan Ramadhan di Wonogiri menuai kritik, belum lama ini. Beberapa orang tua mempertanyakan gizi dan variasi makanan yang diberikan, yang digantikan dengan menu kering, seperti snack dan roti.

Kadang anaknya hanya mendapat roti.

Menurutnya, roti yang dibagikan relatif murah dan gizinya minim jika dibandingkan dengan sumber karbohidrat seperti ubi atau jagung.

Ia menambahkan, dengan anggaran Rp 8-10 ribu per porsi, menu yang dibagikan seharusnya lebih bergizi dan bervariasi.

"Apalagi saat ini dapur tidak memasak apapun karena menunya itu terlihat beli jadi semua ke UMKM. Lalu kemana anggaran memasak dan cuci ompreng itu? Dengan chef yang katanya digaji tinggi seharusnya kualitas makanan MBG tidak seperti itu," imbuhnya.

Orang Tua di Purwantoro Juga Bingung dengan Menu MBG

Narasumber lain dari Kecamatan Purwantoro menyatakan kebingungan soal menu MBG yang diterima anaknya selama Ramadan.

Ia termasuk penerima MBG kategori B3 (bumil, busui, balita) dan mengaku tidak mengetahui dari SPPG mana menu MBG disalurkan, karena pengambilan dilakukan di Posyandu.

"Nggak tahu dari SPPG mana. Kalau protes harus kemana? Tidak diberitahu juga ini untuk balita atau busui. Anak saya sudah mulai MPASI tapi dapatnya nasi, sayurnya juga tidak cocok untuk MPASI," ungkapnya.

Baca juga: LSM Soroti Menu MBG di SPPG Gagaksipat Boyolali, Anggaran Rp8 Ribu Cuma Dapat Roti, Sosis dan Pisang

Koordinator SPPI Wonogiri Belum Memberikan Tanggapan

Hingga Jumat (27/2/2026) sore, Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Wonogiri, Pandri Prabowo, belum memberikan keterangan terkait keluhan orang tua. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved