Sejarah di Kota Solo
Kenapa Kota Solo Punya Banyak Stasiun Kereta Api dan Lokasinya Berdekatan? Ini Sejarahnya
Ya, Solo memang memiliki stasiun kereta api yang jaraknya sangat berdekatan, bahkan hanya terpaut beberapa kilometer saja.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Sebagai kota dengan sejarah perkeretaapian panjang, Solo memiliki lima stasiun kereta api dengan fungsi dan karakteristik yang berbeda.
1. Stasiun Solo Kota (Sangkrah)
Stasiun ini berlokasi di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon.
Diresmikan pada 1922, Stasiun Solo Kota awalnya difungsikan untuk menunjang transportasi hasil bumi.
Kini, stasiun kelas kecil ini menjadi bagian dari wisata heritage dan melayani KA Batara Kresna rute Purwosari–Wonogiri serta kereta wisata Jaladara.
2. Stasiun Solo Balapan
Merupakan stasiun terbesar dan tersibuk di Solo.
Diresmikan pada 10 Februari 1870, Stasiun Solo Balapan melayani berbagai rute kereta jarak jauh, lokal, hingga kereta bandara.
Bangunannya ditetapkan sebagai cagar budaya dan menjadi simpul penting jalur lintas tengah dan selatan Jawa.
Didirikan pada 1875, Stasiun Purwosari awalnya menjadi stasiun transit tamu kerajaan.
Kini, stasiun ini melayani banyak kereta kelas ekonomi dan komuter, serta menjadi stasiun percabangan jalur menuju Wonogiri.
4. Stasiun Solo Jebres
Dibangun pada 1884 oleh Staatsspoorwegen, Stasiun Solo Jebres dulunya berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta.
Selain melayani kereta jarak jauh dan komuter, stasiun ini juga dilengkapi museum mini sejarah perkeretaapian.
5. Stasiun Kadipiro
Stasiun termuda di Solo ini dibangun pada 2019.
Fungsinya untuk mendukung konektivitas antara Bandara Internasional Adi Soemarmo dan pusat Kota Solo, serta mendukung jalur ganda rel Solo–Semarang.
(*)
| Asal-usul Nama Kecamatan Serengan di Solo : Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan |
|
|---|
| Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Nasi Kucing Solo dan Jogja |
|
|---|
| Fakta Menarik Batik Parang, Ada Pantangan Dilarang Dipakai di Keraton Solo dan Mangkunegaran |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kelurahan Kadipiro di Solo : Konon Bermakna 'Keterlaluan' saat Zaman Majapahit |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kelurahan Banyuanyar di Solo, Ada Kali Anyar yang Jadi Pemisah dengan Boyolali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-Stasiun-Solo-Balapan-Jelang-Libur-Natal-dan-Tahun-Baru-Nataru-2024.jpg)