Peredaran Narkoba di Solo
Soal Obat Keras Masuk SMP di Solo, Polisi Diminta Menindak Tegas Pengedar
Polisi diminta untuk menindak tegas pengedar narkoba jenis obat keras. Ini lantaran ada siswa SMP terjerat obat itu.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Surakarta, Respati Ardi meminta kepolisian bergerak cepat menindak pengedar narkotika jenis obat keras yang peredarannya disebut sudah meracuni pelajar SMP.
- Ia menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan, termasuk penelusuran hingga ke orang tua.
- Respati berharap langkah tegas aparat dapat menghambat peredaran narkoba, dengan penindakan menyasar kampung-kampung.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo, Respati Ardi meminta polisi untuk bergerak menindak para pengedar narkotika jenis obat keras.
Ini lantaran peredarannya sudah meracuni anak SMP di Solo.
Respati meminta agar ada tindakan tegas pada siapa yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika tersebut.
“Kita mengajak kepolisian untuk menindak tegas sampai ke orang tuanya,” jelasnya.
Selain itu, ia juga meminta pihak kepolisian menindak tegas pengedar narkoba.
Dengan begitu, peredaran barang haram ini bisa dihambat.
“Ini kita tindak lanjuti sehingga peredarannya bisa kita hambat. Untuk menghentikan peredaran harus ada tindakan tegas. Kepolisian akan menindak tegas di kampung-kampung,” tuturnya.
Mitigasi dengan Guru BK
Sejumlah siswa di dua SMP di Solo terjerat narkoba.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, pun segera membentuk langkah mitigasi yang melibatkan guru bimbingan konseling.
“Ada indikasi sampai ke sekolah. Kepala sekolah dan lembaga bimbingan konseling akan kita mitigasi,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Rabu (25/2/2026).
Mereka mengonsumsi narkoba berjenis obat keras.
Barang haram ini diedarkan ke sejumlah siswa SMP tersebut.
Baca juga: Kurir Narkoba Asal Boyolali Diamankan, Membawa Puluhan Gram Sabu
“Lewat obat keras. Narkotika jenis obat keras. Sudah ada di 2 SMP,” tuturnya.
Pihaknya mendapatkan laporan ini dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Surakarta.
Ia akan menggencarkan sosialisasi ke sejumlah SMP, terutama yang siswanya rawan menyalahgunakan benda terlarang tersebut.
“BNN melaporkan wilayah yang terindikasi penyalahgunaan narkotika dan mulai masuk SMP. Kami akan membuat sosialisasi yang masuk ke SMP yang rawan penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya. (*)
| Pemuda di Solo Nekat Tanam Ganja di Rumah, Bibit Dibeli dari Toko Online, untuk Konsumsi Pribadi |
|
|---|
| Pemuda Solo Tanam Ganja di Rumah, Beli Bibit via Online, Sudah Rawat Sekitar 6-7 Bulan |
|
|---|
| Terungkap, Pemuda Solo Penanam Ganja di Rumah Berprofesi sebagai Sopir SPPG |
|
|---|
| Alasan Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah, untuk Konsumsi Pribadi |
|
|---|
| Pemuda Asal Kerten Solo Nekat Tanam Ganja di Rumah, Kini Digelandang Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Solo-Respati-Ardi-saat-ditemui-di-Keraton-Kasunanan-Surakarta-Minggu-1812026.jpg)