Fakta Menarik Tentang Solo
Ini Bedanya Bakso Solo, Bakso Wonogiri, dan Bakso Malang : Ternyata Bisa Dilihat dari Teksturnya
Hidangan bulatan daging dengan kuah hangat ini dianggap sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Popularitasnya besar berkat variasi isian dan pelengkap yang kaya.
Wisatawan yang berkunjung ke Malang hampir selalu menyempatkan diri mencicipi bakso khas ini.
Variasinya yang beragam menjadikan pengalaman menikmati Bakso Malang terasa lebih kompleks dibanding varian lainnya.
Bakso Solo
Berbeda dengan Malang yang menawarkan banyak macam isian, Bakso Solo justru terkenal sederhana namun klasik.
Kuahnya bening, ringan, dan kaya aroma bawang goreng serta seledri.
Solo memang dikenal sebagai kota dengan tradisi kuliner Jawa yang kental, sehingga cita rasa baksonya tetap menjaga kesederhanaan tanpa kehilangan karakter.
Baca juga: Kenapa Sate Kere Solo dan Sate Kere Jogja Berbeda? Ternyata Masing-masing Punya Sejarah Unik
Bahan dan Tekstur Bakso
Bakso Wonogiri
Bakso ini dibuat dari daging sapi segar yang digiling halus dan dipadukan dengan tepung tapioka dalam proporsi seimbang.
Hasilnya adalah bakso yang lembut, kenyal, dan kaya rasa daging.
Umumnya berbentuk bulat kecil, tanpa isian, tetapi ada juga varian bakso urat dengan tekstur lebih kasar.
Bakso Malang
Tekstur Bakso Malang cenderung lebih padat dan kenyal, terutama pada jenis bakso urat.
Keunikan paling menonjol adalah banyaknya variasi: bakso halus, bakso urat, bakso isi telur, bakso isi daging cincang, hingga bakso goreng.
Kehadiran bakso goreng memberi sensasi garing di luar, kenyal di dalam.
| 8 Mitos Bangun Rumah Menurut Masyarakat Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
| Penjelasan Kenapa Kebanyakan Soto di Solo Berkuah Bening dan Porsinya Minimalis |
|
|---|
| Kota Solo Raih Predikat Kota Paling Maju di Indonesia Nomor 1, Ini Faktor-faktor Penilaiannya |
|
|---|
| 12 Mitos Pernikahan yang Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat Solo, Ada Istilah 'Kebo Balik Kandang' |
|
|---|
| Kisah di Balik 'The Spirit of Java' yang jadi Slogan Kota Solo, Ini Sosok Penciptanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bakso-Rudal-Wonogiri.jpg)