Kawan Tuli Coffee and Space
Tak Mendengar, Tapi Paham Rasa : Cerita Para Barista Tuli di Kawan Tuli Coffee Solo
Kawan Tuli Coffee Solo, kedai unik dengan barista tuli yang jago meracik kopi berkualitas.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Kawan Tuli Coffee and Space Solo menghadirkan pengalaman unik dengan barista tuli yang terampil meracik kopi berkualitas, termasuk menu signature Kopi Susu Kawan Tuli.
- Para barista seperti Dela dan Galih menunjukkan kemampuan, kemandirian, serta semangat belajar dalam dunia kopi sekaligus membangun interaksi inklusif dengan pengunjung.
- Kedai ini menjadi ruang inspiratif yang ramah semua kalangan, membuktikan keterbatasan bukan halangan untuk berkarya di industri kopi.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kawan Tuli Coffee and Space Solo menjadi salah satu kedai kopi unik yang menarik perhatian karena seluruh baristanya adalah teman tuli.
Meski tidak dapat mendengar, kemampuan mereka dalam meracik kopi berkualitas tinggi tidak perlu diragukan lagi.
Setiap sajian dibuat dengan presisi, menghasilkan cita rasa kopi yang nikmat dan konsisten.
Kedai ini bukan hanya menawarkan kopi, tetapi juga pengalaman inklusif yang menghangatkan.
Para barista tuli bekerja dengan percaya diri, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya di industri kopi.
Kopi Susu Kawan Tuli, Menu Andalan Favorit
Salah satu menu yang paling banyak dipesan adalah Kopi Susu Kawan Tuli, signature drink dari coffee shop ini.
Proses pembuatannya dilakukan dengan sangat teliti, mulai dari biji kopi yang telah di-roasting, digiling, dipadatkan, hingga diekstraksi menggunakan mesin espresso.
Hasilnya adalah secangkir kopi susu dengan rasa seimbang, creamy, dan aromatik yang langsung terasa di lidah.
Proses kerja para barista terlihat sangat terampil, seolah sudah menjadi rutinitas yang dikuasai sepenuhnya.
Cerita Dela: Belajar Kopi, Bahasa, dan Interaksi Baru
Salah satu barista, Dela, mengungkapkan pengalamannya bekerja di Kawan Tuli Coffee and Space selama 8 bulan.
Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama dalam dunia kopi dan interaksi sosial.
“Saya pengalaman kerja di sini jadi Barista sudah 8 bulan. Belajar banyak hal. Kopi, rasa, karakter kopi beda-beda. Lalu bertumbuh dan berkembang lebih besar. Lalu ketemu teman-teman dengar. Interaksi komunikasi. Orang bisa nyaman. Tambah pengalaman,” jelas Dela.
Menurutnya, bekerja di tempat ini juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan pelanggan, termasuk mereka yang tidak memahami bahasa isyarat.
Pesan untuk Pengunjung: Tak Perlu Takut Datang ke Kawan Tuli Coffee
Dela juga menegaskan bahwa pengunjung tidak perlu khawatir meski tidak bisa berbahasa isyarat. Komunikasi tetap bisa dilakukan dengan cara sederhana.
| Cara Tuli Coffee Solo Hadapi Tekanan Bisnis dan Tantangan Unik Komunikasi dengan Karyawan Teman Tuli |
|
|---|
| Kawan Tuli Coffee and Space Solo : Kedai Inklusif, Buktikan Interaksi dengan Teman Tuli Tak Sulit |
|
|---|
| Kawan Tuli Coffee and Space di Solo, Tempat Dua Dunia Bertemu Tanpa Batas, Tak Ada Sapaan Barista |
|
|---|
| Tantangan Tak Terduga di Balik Sukses Coffee Shop Kawan Tuli di Solo, Co-Founder Ungkap Ini! |
|
|---|
| Di Balik Ramainya Pelanggan, Kawan Tuli Coffee and Space di Solo Hadapi Tekanan Berat Inflasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Barista-Kawan-Tuli-Coffee-and-Space-Pasar-Kliwon-Solo-Dela-dan-Galih-belum-lama-ini.jpg)