Kawan Tuli Coffee and Space

Tak Mendengar, Tapi Paham Rasa : Cerita Para Barista Tuli di Kawan Tuli Coffee Solo

Kawan Tuli Coffee Solo, kedai unik dengan barista tuli yang jago meracik kopi berkualitas.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
SANG BARISTA - Barista Kawan Tuli Coffee and Space Pasar Kliwon Solo, Dela dan Galih, belum lama ini. Di tengah menjamurnya coffee shop di Kota Solo, hadir sebuah konsep yang berbeda dan sarat makna melalui Kawan Tuli Coffee and Space. 

“Aku merasa orang-orang itu seru belajar bahasa isyarat. Interaksi komunikasi. Nggak usah takut. Sharing-sharing. Mau pilih pesan apa. Bisa tulis juga. Nggak usah takut datang ke sini,” ujarnya.

Hal ini membuat Kawan Tuli Coffee and Space menjadi ruang inklusif yang ramah bagi semua kalangan.

Harapan Galih: Menabung, Belajar, hingga Jelajahi Kopi Nusantara

Barista lain, Galih, juga membagikan kisah dan rencananya ke depan. Dengan penghasilan yang dimilikinya saat ini, ia mulai menabung untuk masa depan.

“Gaji disimpan aja. Masa depan nggak tahu. Mungkin beli rumah sendiri. Beli alat barista di rumah sendiri. Mungkin kalau misal capek istirahat gabut bikin kopi sendiri. Kan belajar dari sini. Bisa bikin V60 sendiri di rumah,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai impian membuka kedai kopi sendiri, Galih mengaku masih ingin belajar lebih banyak tentang dunia kopi sebelum memutuskan langkah besar tersebut.

“Nggak tahu. Sebenarnya rencana belum tahu sebab kalau misal sudah umur pensiun bisa buka sendiri. Kalau masih muda belajar terus. Biji banyak banget harus belajar lagi. Harus coba-coba cari rasa karena karakternya beda-beda,” tuturnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved