Sejarah di Kota Solo
Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Nasi Kucing Solo dan Jogja
Bagi orang luar Kota Solo, mungkin bakal mengernyitkan dahi mendengar ada kuliner bernama nasi kucing.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Jam buka: 15.00–22.00
Terkenal sebagai tempat langganan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Suasananya klasik dengan dekorasi vintage.
Menunya lengkap dari wedang jahe hingga kopi jos, serta makanan seperti garang asem dan nasi campur.
4. Wedangan Basuki Sondakan
Lokasi: Jl. Agus Salim No. 17
Jam buka: 17.00–01.00
Pernah dikunjungi Ganjar Pranowo dan publik figur lainnya.
Wedangan ini identik dengan susu jahe berwarna pink yang unik.
Nasi kucing dan sate-sateannya juga jadi favorit.
5. Wedangan Nala Gareng
Lokasi: Jl. Basuki Rahmat No. 6
Jam buka: 16.30–00.00
Populer di media sosial.
Menyediakan jahe kencur, teh ginastel, dan makanan lengkap seperti nasi sambel teri, sate koyor, dan jenang.
Sepengalaman TribunSolo.com, wedangan-wedangan di atas selalu ramai pembeli saat malam hari.
(*)
| Fakta Menarik Batik Parang, Ada Pantangan Dilarang Dipakai di Keraton Solo dan Mangkunegaran |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kelurahan Kadipiro di Solo : Konon Bermakna 'Keterlaluan' saat Zaman Majapahit |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kelurahan Banyuanyar di Solo, Ada Kali Anyar yang Jadi Pemisah dengan Boyolali |
|
|---|
| Perbedaan Gudeg Solo dan Jogja, Menu Sarapan Favorit yang Punya Sejarah Panjang |
|
|---|
| Sejarah Stadion Manahan Solo yang Dikritik Andre Rosiade Mirip Sawah, DIbangun di Era Soeharto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/nasi-kucing-sajian-dari-angkringan.jpg)