Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Zonasi dalam PPKM Mikro Dikhawatirkan Bikin Stigmatisasi, Pemkab Sragen : Sudah Enggak Ada Itu

Pemkab Sragen membantah jika sistem zonasi yang diterapkan dalam PPKM skala mikro dikhawatirkan bisa memicu stigmatisasi.

TribunSolo.com/Agil Tri
ILUSTRASI : Sejumlah warga RW 04 Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo saat melakukan lockdown lokal, Minggu (29/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pemkab Sragen membantah jika sistem zonasi yang diterapkan dalam PPKM skala mikro dikhawatirkan bisa memicu stigmatisasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto, menyatakan saat ini stigmatisasi terhadap orang yang terkena Covid-19 sudah hilang.

"Masyarakat sudah menganggap orang yang terkena Covid-19 sebagai hal yang biasa," tuturnya kepada TribunSolo.com, Senin (22/2/2021).

Menurut Tatag, stigma tercipta karena ada pembagian zonasi berdasarkan jumlah kasus corona di setiap RT.

Baca juga: Dampak Sistem Zonasi dalam PPKM Mikro Dinilai Bisa Timbulkan Stigmatisasi, Apa Artinya?

Baca juga: Plh Wali Kota Solo Senang PPKM Mikro Diperpanjang, Kasus Covid-19 Turun, Tapi Pesta Nikah Sabar Dulu

"Dalam zonasi ini, kan, berdasarkan warna, kalau warnanya tidak dibuat untuk penilaian langkah yang diterapkan, saya kira tidak ada stigmatisasi," jelasnya.

Di sisi lain, wilayah yang dinyatakan sebagai zona merah, kegiatannya akan dibatasi.

"Kegiatan yang menimbulkan kerumunan harus dihentikan," terangnya.

Sementara untuk yang ada di zona jingga, kegiatan boleh dilaksanakan namun kapasitasnya hanya 50 persen saja.

Analisis Epidemiolog 

Halaman
1234
Penulis: Rahmat Jiwandono
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved