Tiga Terduga Teroris di Klaten

Sosok MR, Petani dari Prambanan Klaten yang Ditangkap Tim Densus 88 Hanya Berjarak 300 dari Rumah

Terduga teroris berinisial MR (41) yang ditangkap Densus 88 Antiteror diketahui sehari-hari bergelut menjadi petani.

Tayang:
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
ILUSTRASI : Anggota polisi memasang garis polisi saat menutup akses menuju rumah terduga teroris usai penggerebekan di Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/1/2021). Tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan Brimob Polda Sulsel mengamankan 20 orang saat melakukan penggerebekan rumah terduga teroris yang masuk dalam jaringan kelompok Anshor Daulah Islamiyah, dua diantaranya meninggal dunia usai ditembak petugas karena melakukan perlawanan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Terduga teroris berinisial MR (41) yang ditangkap Densus 88 Antiteror diketahui sehari-hari bergelut menjadi petani.

Ia menggarap sawah tak jauh dari rumahnya di kawasan Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

"Yang saya tahu, MR bekerja sebagai petani, kata Kepala Desa Kemudo, Hermawan Kristanto, Sabtu (3/4/2021).

"Sebelumnya jualan roti keliling selama 1,5 tahun," tambahnya.

Selain itu, MR diketahui juga menjabat sebagai bendahara RT di lingkungan rumah tinggalnya.

"Sementara istrinya bekerja sebagai penjual gorengan pinggir jalan di dekat rumahnya," ucap Hermawan.

Baca juga: Kisah Dalang Wartoyo di Boyolali : Raup Rp 80 Juta Per Pentas,Kini Gigit Jari,Jual Mobil untuk Makan

Baca juga: Kagetnya Mertua di Ceper Klaten, Kini Belum Ada Kabar Lanjutan Pasca Menantunya Ditangkap Densus 88

"MR juga memiliki 3 orang anak yang masih kecil-kecil," tambahnya.

Hermawan mengungkapkan penangkapan MR membuat pihak keluarga kaget, termasuk istrinya yang sampai saat ini masih syok.

"Saya tanya keluarga mengatakan MR cuma berada di rumah tidak kemana-mana," ungkapnya.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, seorang petani asal Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten diamankan Densus 88, Jumat (2/4/2021).

Petani yang diamankan tersebut berinisial MR.

Kepala Desa Kemudo, Hermawan Kristanto membenarkan adanya penangkapan seorang warganya oleh Densus 88 Antiteror.

"Ditangkap sekira pukul 05.30 WIB," kata dia, Sabtu (3/4/2021).

Hermawan menjelaskan, MR ditangkap saat hendak pergi ke Sawah.

"Ditangkap di barat rumahnya. Kurang lebih 300 meter dari rumah," ucapnya.

"Itu saat mau pergi ke sawah," imbuhnya.

Baca juga: Sosok Terduga Teroris yang Diamankan Densus 88 di Ceper, Penjual Motor Seken dan Sering Isi Ceramah

Baca juga: Kesaksian Ketua RT di Ceper Klaten: Sebelum Ditangkap Densus 88, SH Sempat Melayat dan Nongkrong

Baca juga: Sosok Warga Tulung Klaten yang Diamankan Densus 88, Merantau Lama di Padang

Baca juga: Densus 88 Geledah Sebuah Rumah di Kecamatan Tulung Klaten, Buku dan Barang Elektronik Diamankan

Penangkapan tersebut tidak ketahui keluarga MR.

Keluarga mulai menaruh curiga ketika menjelang salat jumat karena MR tidak segera pulang ke rumah.

Perwakilan keluarga kemudian mencari MR dan mendapatinya sudah dibawa tim Densus 88 antiteror.

"Keluarga kaget dan tidak menyangka. Istrinya syok," ucap Hermawan.

Perangkat Desa Kemudo, baru mendapatkan informasi penangkapan MR sekira pukul 13.00 WIB.

Selain MR, Densus 88 juga mengamankan dua orang terduga teroris lainnya di Kabupaten Klaten.

Mereka adalah SH atau J (49) Warga Desa Cetan, Kecamatan Ceper, dan S  (50) warga Desa Bono, Kecamatan Tulung.

7 Orang Ditangkap

Sebelumbnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror ternyata melakukan operasi besar-besaran di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tak tanggung-tanggung, pasukan 'burung hantu' milik Mabes Polri bergerak mencokok sejumlah terduga teroris di Kabupaten Klaten, Kudus, Bantul dan Sleman.

Penangkapan yang sangat singkat itu terjadi dalam satu waktu Jumat (2/4/2021).

Hanya saja berbeda jamnya saja, ada yang dini hari hingga malam hari.

Baca juga: Terduga Teroris asal Ceper Sering Isi Khotbah, Ketua RT: Warga Kurang Suka Dengan Isi Ceramahnya

Baca juga: Geledah Rumah Warga Ceper Klaten, Densus 88 Amankan Amplop Isi Uang, Buku, dan HP

Namun sampai dengan saat ini, belum ada keterangan resmi Polri sejumlah terduga teroris itu apakah tersangkut kasus yang akhir-akhir ini terjadi atau tidak, berikut ini rangkumannya :

1. Tiga Orang Ditangkap di Klaten

Tak hanya seorang, di Klaten ada tiga orang yang dicokok oleh Densus 88 Antiteror.

Mereka di antaranya berinsial SH atau J (49) warga Desa Cetan, Kecamatan Ceper, S (51) warga Desa Bone Kecamatan Tulung dan MR (49) warga Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan.

Menurut Ketua RT di Desa Cetan, Ambar Suseno, penangkapan SH dilakukan pada Jumat (2/4/2021).

"Ada sejumlah personel yang diduga dari kepolisian sudah berkeliling," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (3/4/2021).

Sejumlah personel yang diduga anggota kepolisian itu sebenarnya sudah berkeliling di kawasan rumah SH pada Kamis (1/4/2021) malam. 

Sekira pukul 04.30 WIB pada Jumat 2 April, sejumlah personel yang diduga yang kepolisian menangkap J. 

Namun, Ambar tidak tahu pasti detail penangkapan terduga teroris tersebut. 

"Warga tidak menaruh curiga kepadanya (terduga teroris)," ucap Ambar. 

Mengingat selama lanjut dia, J dikenal sosok yang baik.

"Makanya gak curiga," akunya.

Dia menambahkan, sosok yang ditangkap Densus 88 tersebut memiliki showroom sepeda motor di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. 

"Kesehariannya itu jualan sepeda motor,  makelar sepeda motor di Pedan atau mana," ungkap dia.

Baca juga: Kata Pengamat Terorisme Soal Surat Wasiat: Enggak Ada Orang yang Simpati

Baca juga: Paska Bom Makassar dan Penyerangan Mabes Polri, Sejumlah Terduga Teroris Ditangkap, Tiga di Klaten

Terpisah Kades Bone, Bakdiyono membenarkan ada penangkapan yang dilakukan Densus 88 di wilayahnya.

Dia adalah pria berinsial S (51) yang dinilai sebagai seorang perantau di Padang, Sumatra Barat.

Menurut dia, dalam beberapa waktu terakhir, S diketahui tengah mudik ke Desa Bono.

"Sebelumnya dia warga kami yang merantau ke Padang dalam waktu lama," ungkap dia.

Bahkan setelah ada penangkapan, pada hari yang sama ada penggeledahan.

"Yang ikut masuk rumahnya, itu Sekdes, saya hanya di luar saja," kata dia.

Dari hasil penggeledahan, Densus 88 membawa sejumlah barang dari dalam rumah.

"Ada buku, laptop hingga HP," jelasnya.

2. Tangkap Pekerja Proyek di Kudus

Selain di Klaten, Densus 88 Antiteror juga menangkap terduga teroris berinisial ATP (29) di Kabupetan Kudus.

Dia adalah warga Desa Ngujung, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

ATP diketahui baru lima hari berdomisili dan bekerja di Kota Kretek sebagai pekerja proyek revitalisasi di PG Rendeng Kudus.

Kontraktor pihak ketiga saat ini tengah mengerjakan proyek tersebut.

ATP mengontrak rumah di RT 2 RW 1 Dukuh Badongan, Desa Tumpang Krasak, Kecamatan Jati, Kudus bersama empat temannya. 

Mandor proyek, Cahyono mengatakan, ATP baru bekerja bersamanya sekitar lima yang hari lalu. 

Dia mengaku sudah sempat mengenal ATP saat menggarap proyek di Paiton, Jawa Timur pada tahun 2018 lalu.

"Dulu pernah kenal waktu kerja di proyek Paiton selama sebulan, setelah itu ya tidak pernah ketemu," katanya.

Baca juga: Perketat Pengamanan Gereja, Panitia Ubah Sistem Sampai Tiga Kali, Waspada Aksi Terorisme

Namun beberapa pekan lalu, ATP kembali menghubunginya menanyakan pekerjaan, karena proyek revitalisasi yang dipegangnya membutuhkan tenaga agar cepat selesai.

Cahyono lantas memberikan kesempatan ATP  untuk bekerja di proyek revitalisasi tersebut.

"Saya sudah kerja di sini dua minggu, disini bekerja dengan empat orang teman termasuk ATP," ujar dia.

Menurutnya, dalam proyek itu ATP itu mendapatkan tugas untuk mengerjakan insulation atau pembungkus pipa panas. 

"Saya baru komunikasi mulai lima hari kemarin, karena kerjanya bareng," jelasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Kudus, AKP Bambang Sutaryo menyampaikan, tidak bisa memberikan informasi mengenai penangkapan terduga teroris itu.

"Maaf belum ada info," ujar dia.

3. Tangkap Penjual Soto di Bantul

Warga Kebupaten Bantul juga ikut dicokok pada hari yang sama oleh pasukan burung hantu.

Selain melakukan penangkapan terduga teroris, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris di Padukuhan Widoro, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon.

Lurah Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo membenarkan informasi tersebut.

Ia menyebut warga yang diamankan oleh Densus 88 adalah W.

Sehari-hari, W bekerja sebagai penjual soto.

"Asli Wonosari, di Widoro ikut istrinya," katanya, Jumat (2/4/2021).

ILUSTRASI : Petugas kepolisian melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di kawasan Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap dua terduga teroris di kediamannya yang juga dijadikan ruang pamer (showroom) mobil bekas. Penangkapan kedua terduga teroris ini berkaitan dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) pagi.
ILUSTRASI : Petugas kepolisian melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di kawasan Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap dua terduga teroris di kediamannya yang juga dijadikan ruang pamer (showroom) mobil bekas. Penangkapan kedua terduga teroris ini berkaitan dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) pagi. (Tribunnews/Jeprima)

Ia menerangkan sudah sekitar dua pekan W tidak berjualan soto.

Warungnya dalam kondisi tutup. 

Baca juga: Peringati Paskah, Sejumlah Pemuda di GKJ Wates Hiasi Telur Paskah Raksasa

Menurut dia, W adalah sosok yang cukup tertutup dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat. 

"Kebetulan rumahnya agak jauh dari perkampungan, dekat dengan sawah," terangnya. 

Ardi menyebut W ditangkap oleh Densus 88 tadi pagi.

Selanjutnya Densus 88 melakukan penggeledahan di rumahnya.

"Ditangkap tadi pagi, terus penggeledahan siang, setelah dhuhur," tambahnya.
 

4. Dua Orang di Sleman Dicokok

Dua orang terduga teroris di Kabupaten Sleman juga ditangkap, inisial W dan H.

Di antaranya ditangkap di Padukuhan Widoro, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon dan sebuah rrumah di Gang Tegalsari, Dawukan, Sendangtirto, Kecamatan Berbah.

Ketua RW d Desa Sendangtirto Kadiyono, menyampaikan, beberapa fakta terkait penggeledahan rumah oleh Densus 88.

Ia mendapat kabar mengenai penggeledahan oleh Densus 88 melalui sambungan telepon dari kepala dukuh, sekitar pukul 17.30 WIB.

"Saat penggeledahan berlangsung, di dalam ada istri, tiga anak, serta ibu pemilik rumah," jelasnya.

Kadiyono menyaksikan beberapa anggota Densus 88 menyita beberapa buku dan sebilah pedang dari rumah tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kronologi Lengkap Penangkapan Terduga Teroris dan Penggeledahan 2 Rumah di Berbah Sleman

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul BREAKING NEWS: Densus 88 Juga Lakukan Penangkapan di Berbah Sleman

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Klaten dan Kudus

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul BREAKING NEWS: Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Sewon Bantul

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved