Berita Solo Terbaru
Selama Puasa Ramadan Boleh Buka Bersama di Solo? Begini Penjelasan Satgas Covid-19
Menjelang Ramadan 2021, Pemkot Solo menerbitkan sejumlah kebijakan mengingat PPKM masih berlaku.
Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menjelang Ramadan 2021, Pemkot Solo menerbitkan sejumlah kebijakan mengingat PPKM masih berlaku.
Pengaturan acara buka bersama menjadi satu diantara yang diatur.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan buka bersama masih diperbolehkan namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Buka bersama boleh, tapi tidak boleh mengadakan event buka bersama," kata dia kepada TribunSolo.com, Senin (5/4/2021).
"Mengumpulkan orang banyak tidak boleh dan tetap memperhatikan protokol kesehatan," tambahnya.
Baca juga: Catat ! Mudik ke Solo Harus Bawa Surat Sehat, Nekat Kucing-Kucingan Pasti Dijemput Satgas Covid-19
Baca juga: Jelang Bulan Puasa, Masyarakat Lakukan Sadranan di Bekas Keraton Kartasura, Bawa 15 Tumpeng
Selain itu, penjual takjil selama Ramadan 2021 juga akan diatur dalam aturan PPKM Kota Solo.
Pembatasan jam jualan menjadi satu diantaranya, yakni mulai 12.00 WIB sampai 19.00 WIB.
"Nanti diberi waktu mulai jam setelah Zuhur sampai Isya. Nanti dijaga dan diatur protokol kesehatannya," ucap Ahyani.
"Kalau melanggar, nanti diperingatkan. Sudah tiga kali, tidak boleh berdagang," tambahnya.
Mudik Bawa Surat
Antisipasi momen mudik Lebaran 2021 mulai dipersiapkan Pemkot Solo.
Rumah karantina pemudik menjadi satu diantaranya yang dipersiapkan.
Ketua Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengatakan Pemkot akan kembali mengaktifkan Solo Technopark sebagai rumah karantina.
"Itu kita maksimalkan. Kapasitasnya bisa menampung 200 orang," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (5/3/2021).
Waktu pengaktifan kembali Solo Technopark sebagai lokasi karantina pemudik masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
Artinya, Solo Technopark kemungkinan mulai mengkarantina pemudik per 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021.
Baca juga: Kebaikan Sri Wahyuni di Sragen : Jual Soto Sangat Murah Rp 1.000, Bahkan Setiap Jumat Gratis
Baca juga: Yakin Nekat Mudik ke Sukoharjo? Petugas Gelar Penyekatan & Masukkan Pemudik ke Asrama Haji Donohudan
Sementara, Dalem Joyokusuman dan Priyosuhartan masih belum diaktifkan sebagai rumah karantina.
Dalem Joyokusuman, misalnya, rencananya akan dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan kebudayaan Kota Solo.
Ahyani mengatakan Jogo Tonggo juga akan dioptimalkan saat momen mudik lebaran tiba.
Itu digunakan untuk menyaring pemudik yang kucing-kucingan dengan petugas dan ngeyel tidak mau dikarantina terlebih dulu di Solo Technopark.
"Pemudik harus membawa surat keterangan sehat atau hasil uji swab. Kita maksimalkan jogo tonggo. Kalau ada (yang bandel) langsung dijemput," katanya.
Dimasukkan ke Asrama Haji
Tak hanya penyekatan, Pemkab Sukoharjo bakal menggiring pemudik karantina di Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali.
Kebijakan tersebut merupakan turunan dari larangan mudik yang sudah diputuskan oleh pemerintah pusat guna mengantisipasi ledakan kasus Covid-19.
Pj Sekda Sukoharjo Budi Santosa mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi terkait antisipasi para perantau mudik saat lebaran nanti.
Termasuk menyiapkan tempat isolasi, bagi perantau yang nekat mudik.
"Asrama Haji Donohudan selama ini menjadi tempat isolasi terpadu di Solo Raya, nanti pemudik yang datang bisa saja akan dikarantina di sana," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (5/4/2021).
Baca juga: Larangan Mudik 2021, Polisi Buka Opsi Penyekatan di Batas Kota Solo: Siapkan Alat Rapid Tes
Baca juga: Pemerintah Putuskan Larang Mudik 2021, Anggota DPR RI Asal Sukoharjo Ini Minta Pelonggaran
Selain itu, juga ada penyekatan pemudik yang bakal diterapkan di Kabupaten Sukoharjo nanti.
"Yang jelas, akan ada penyekatan diperbatasan jelang Lebaran nanti," ujarnya.
Saat ini, kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo secara kumulatif sebanyak 5.285, dengan kasus aktif sebanyak 243 kasus, per Sabtu (3/4/2021).
Dari 5.285 kasus itu dengan rincian, 87 orang isolasi mandiri, 4 orang isolasi terpusat, 152 rawat inap, 4678 kasus sembuh, 364 orang meninggal dunia.
Penyekatan di Solo
Polresta Solo menyiapkan beberapa opsi untuk memantau pemudik yang nekat pulang nanti.
Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytia Warman mengatakan, mereka akan melakukan penyekatan di batas kota Solo.
Baca juga: Di Tengah Aturan Larangan Mudik 2021, Ternyata Ada Perantau Pulang, Turun di Terminal Klaten
Baca juga: Bupati Juliyatmono Longgarkan Aturan, Warga Karanganyar Boleh Mudik 2021, Asal Patuhi Syarat Ini
"Iya nantinya ada penyekatan, melalui pos pantau di perbatasan-perbatasan Kota Solo," ungkap Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytia Warman saat dikonfirmasi TribunSolo.com pada Sabtu (3/4/2021).
Petugas akan menjaga dan memperketat penjagaan.
Mulai dari pengecekan identitas, kelengkapan surat hingga kondisi pengemudi dan penumpang kendaraan.
Selain itu, pos penjagaan bakal dilengkapi alat tes kesehatan dan alat rapid tes.
Hal ini untuk mencegah penyebaran lebih luas virus Covid-19.
Anggota DPR RI Minta Kelonggaran Mudik
Anggota DPR RI Komisi VI Muhammad Toha, tak sepenuhnya setuju dengan keputusan larangan mudik.
Dia menyebut, lebaran tahun 2021 ini harusnya ada pelonggaran dari Pemerintah terkait adanya larangan mudik.
Sebab, mudik sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat di Indonesia, terlebih saat lebaran.
Baca juga: Turis Bebas Masuk Indonesia, Tapi Mudik Lebaran Tegas Dilarang, Ini Alasan Luhut Binsar Pandjaitan
Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, PT KAI Ikut Aturan, Termasuk untuk Perjalanan Kereta di Solo
"Kebijakan itu relatif ya. Karena mudik itu sebagai wujud penghormatan kepada keluarga dan sanak saudara untuk menyambung silahturahmi," kata dia, Jumat (2/4/2021)
Menurutnya, kebijakan larangan mudik ini akan kontra produktif dengan kebijakan untuk mendongkrak sektor pariwisata.
Karena dengan adanya larangan mudik ini, maka sektor pariwisata juga akan terkena imbasnya.
Mantan Wakil Bupati Sukoharjo itu mengatakan, harus ada pelonggaran pada larangan mudik tahun ini.
Ditambah, program vaksinasi juga sudah dijalankan oleh pemerintah.
Baca juga: Fotografer Selebaran Aisha Weddings Angkat Bicara soal Karyanya yang Disalahgunakan: Kecolongan
"Menurut saya, kalau imbauannya secara umum tidak pas, artinya relatif saja," ucapnya.
"Misal di suatu kota zonanya merah, maka dilarang untuk keluar masuk daerah tersebut. Tapi kalau daerah itu sudah zona hijau, saya pikir tak ada masalah," jelasnya.
Sehingga sebelum memasuki bulan suci ramadan ini, dia meminta masyarakat benar-benar menaati protokol kesehatan untuk menekan angka penularan Covid-19.
Selain itu, Toha juga menilai adanya sanksi kepada ASN yang nekat mudik, adalah sesuatu yang berlebihan.
"Selama mereka bisa menaati protokol kesehatan tidak masalah. Lebaran ini kan juga sudah ada yang divaksin juga, jadi harusnya beda dengan tahun lalu," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-buka-puasa_20180608_091515.jpg)