Kuliner Solo
Kuliner Enak di Sragen : Sup Matahari Ala Wiludjeng Katering, Menu Sehat untuk Pejuang Diet
Warga Sragen mungkin sudah tak asing dengan kuliner sup matahari. Kuliner khas Kota Solo itu, sudah melekat di lidah warga Sragen.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Warga Sragen mungkin sudah tak asing dengan kuliner sup matahari.
Kuliner khas Kota Solo itu, sudah melekat di lidah warga Sragen.
Betapa tidak, sup matahari jadi menu utama saat disajikan di acara hajatan hingga arisan keluarga.
Baca juga: Kuliner Enak Wonogiri: Mie Ayam Pak Tukang Wonokarto, 25 Tahun Berdiri & Tak Pernah Sepi Pelanggan
Baca juga: Potret Lebby Wilayati, Dulu Diorbitkan Dewi Perssik Jadi Artis, Kini Jalani Bisnis Kuliner Bakso Aci
Jika ingin mencicipi sup matahari enak, bisa datang ke warung Aneka Sop Wiludjeng Katering, di Sentra Kuliner Veteran Brigjen Katamso Sragen.
Di warung tersebut, menyajikan sup matahari enak nan menyegarkan, yang cocok dinikmati saat siang hari, apalagi dinikmati di musim hujan, yang kini mulai melanda wilayah Sragen.
Sup matahari terdiri dari daging yang telah dihaluskan, yang diisi topping berupa jamur tiram, jagung manis, serta wortel.
Baca juga: Wisata Kuliner Klaten : Ini Gubuk Tiwul, Menu Tiwul Sambal Bawangnya Bikin Omzet Jadi Melejit
Kemudian, bahan-bahan tersebut dibungkus dengan lapisan telur tipis, yang kemudian dibentuk memekar, seperti matahari.
Di bagian luarnya, kembali ditambah aneka sayur, seperti wortel, makaroni, daun seledri, taburan kentang goreng, dan bawang goreng.
Terakhir disiram kuah bening, dengan aroma rempah yang melekat.
Baca juga: Klaten Masih Tutup Objek Wisata, Pembukaan Tunggu Solo Raya Level 2: Kuliner Boleh Buka
Rasanya tak perlu diragukan, jika biasanya sup matahari terasa amis karena adanya lapisan telur di luarnya, namun sup matahari ala Wiludjeng Katering ini sama sekali tak berbau amis.
Kuah, daging, dan sayurannya disajikan secara pas, perpaduan antara rasa asin khas rempah dari kuahnya, dan manis yang berasal dari sayurannya.
Pemilik Wiludjeng Katering, Christina Puspita Dewi (42) mengatakan, ada penyajian dan resep khusus, sehingga sup mataharinya selalu diminati pembeli.
"Yang pasti pembuatannya sama seperti sup matahari lainnya, bedanya ada resep khusus, yang diturunkan dari nenek," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (22/10/2021).
Baca juga: Kuliner Enak di Sukoharjo, Aneka Ingkung di Djoglo Yangti Sukoharjo: Paket Hemat Cuma Rp90 Ribu
Christin, begitu panggilan akrabnya, menuturkan jika ia menggunakan daging ayam bagian dada sebagai bahan utama pembuatan sup matahari.
Jadi, selain menyegarkan, sup matahari racikannya juga sehat, dan cocok bagi yang sedang diet.
"Karena dada ayam itu paling sedikit lemaknya, jadi cocok buat yang ingin diet, orang yang diet selalu beli disini," ujarnya.
Baca juga: Cerianya PKL di Pusat Kuliner Kartini Sragen, Sempat Porak-poranda saat PPKM Darurat, Kini Buka Lagi
Sayuran yang digunakanpun, menggunakan sayuran yang masih segar dan diolah dengan cara yang benar, untuk mempertahankan kandungan gizinya.
Saat ramai pengunjung, dalam sehari Christin mampu menghabiskan hingga 200 porsi sup matahari.
Bahkan, pengunjung rela antre dan menunggu untuk menikmati kesegaran sup matahari, ala Wiludjeng Katering.
Wiludjeng Katering di Sentra Kuliner Veteran Brigjen Katamso dibuka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Porsinya berukuran besar, yang dibanderol harga Rp 12.000 hingga Rp 17.000 saja.
Selain sup matahari, masih ada menu sup lainnya, seperti timlo, sup manten, dan lain-lain. (*)