Berita Sragen Terbaru

Maling Ditangkap Warga saat Curi Puluhan Sak Pupuk di Sragen, Mengaku untuk Bayar Utang

Sk (47) yang berdomisili di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi tertangkap basah oleh warga saat mencuri pupuk di Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal, S

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Kapolsek Ngrampal AKP Hasto Broto, saat konfrensi pers kasus pencurian pupuk di Sragen 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Akhir-akhir ini petani di Kabupaten Sragen resah karena pupuk yang disimpan di teras rumah raib dicuri orang.

Pelakunya adalah Sk (47) yang berdomisili di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi.

Aksinya tertangkap basah oleh warga, ketika hendak mengambil 3 karung pupuk jenis Phonska dan Urea di Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, pada Jumat (25/3/2022) lalu.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kapolsek Ngrampal AKP Hasto Broto mengatakan total pelaku membawa 21 karung pupuk yang kemudian dijual kepada petani.

"Menurut keterangan tersangka, pupuk yang berhasil dicuri dibawa langsung ke Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, dijual ke petani yang ada dipinggir sawah," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Jual HP Curian di FB, Pemuda di Sragen Ini Diajak COD, Lemas Tahu Pembelinya Polisi yang Menyamar

Baca juga: Info Tempat Beli Takjil di Sragen : Datang Saja ke Pasar Takjil Jalan Diponegoro, Buka Setelah Ashar

Tersangka menawarkan pupuk hasil curian tersebut dengan harga Rp 180 ribu per karungnya.

Yang hasil penjualan pupuk curian itu, kemudian digunakan pelaku untuk membayar utang.

"Pelaku mengaku sudah beraksi selama satu bulan di 4 TKP, yang hasil penjualan digunakan untuk membayar utang," terangnya.

Tersangka memanfaatkan kebiasaan petani di Kabupaten Sragen, yang sering menyimpan beberapa sak pupuk di depan teras rumah karena dirasa aman.

Kemudian, tersangka beraksi saat tengah malam, dengan mengambil tiga karung lalu diangkut dengan menggunakan sepeda motor.

"Dia beraksi sendiri, setiap bergerak dia membawa 3 sak pupuk, nanti pulang lagi, balik lagi bawa tiga karung, begitu terus," pungkasnya.

"Untuk sepeda motor yang digunakan juga sudah kami amankan sebagai barang bukti," tambahnya.

Atas perbuatannya, Sukardi dijerat pasal 363 KUHP, yang terancam pidana maksimal 7 tahun penjara.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved