Berita Klaten Terbaru
Geger Sungai di Desa Tulas Karangdowo Klaten Berbusa hingga Ikan Mati Mendadak, Ini Penyebabnya
Sungai di Desa Tulas, Karangdowo, Klaten tetiba berbusa. Ikan di dalamnya pun mati mendadak. Ternyata air sungai tersebut telah tercemar cairan kimia
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Warga Desa Tulas, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten digegerkan dengan penemuan ikan mati di sungai desa setempat, beberapa waktu lalu.
Banyaknya ikan yang mati di sungai tersebut ditengarai akibat tercemarnya air sungai desa tersebut.
Eko Santoso (39) warga setempat mengatakan kejadian tersebut terjadi di wilayah RT 15, RW 06, Dukuh Pleret, Desa Tulas, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten.
Baca juga: Sarang Tawon yang Ancam Kantor Setda Klaten Dimusnahkan, Tak Sampai Satu Jam
Baca juga: Potret Sepinya Pasar Hewan Jatianom Klaten Meski Sudah Diperbolehkan Beroperasi : Kosong Melompong
"Sungai mengeluarkan busa dan banyak ikan di sana mati, kejadian ini sudah terjadi sebanyak 4 kali dalam satu bulan," kata Eko kepada TribunSolo.com, Kamis (30/6/2022).
Eko menyebutkan air sungai desanya diketahui tercemar oleh cairan kimia hingga berbusa.
Peristiwa tercemarnya air sungai desa tersebut yang paling parah terjadi pada Jumat (24/6) lalu.
"Air tidak berbau, namun tiba-tiba keluar busanya dan waktunya nggak menentu," katanya.
Baca juga: Pria Asal Klaten Berhasil Curi Belasan Sepeda di Karanganyar, Tiap Aksi Berpakaian Layaknya Goweser
Baca juga: Viral Gadis Belia di Delanggu Klaten Lupa Jalan Pulang, Ternyata Sedang Liburan ke Rumah Neneknya
"Banyak ikan yang mati di sana seperti tawes, wader, ikan kecil-kecil lainnya," ujar Eko.
Mengenai penyebab tercemarnya air sungai tersebut dikatakan karena kegiatan cuci drum di wilayah Desa Beji, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.
Bersama aparat, pelaku pencucian drum ke sungai tersebut telah diberikan peringatan untuk tidak melakukan hal tersebut.
Baca juga: Fakta Video Bocah SD di Klaten Menangis saat Dihentikan Polisi: Bawa Motor Tanpa Helm, Tak Izin Ortu
"Ditemani aparat TNI-Polri, kami mendatangi orang yang melakukan pencucian drum di sungai, sudah diberikan peringatan kepada mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya," pungkasnya.
(*)