Berita Boyolali Terbaru
Guyuran Abu Merapi Tak Digagas Warga Musuk Boyolali : Dianggap Biasa, Lanjut Lakukan Aktivitas
Dono Supri, salah satu warga Desa Sruni bahkan bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Ia masih ke ladang untuk menyemprot tanaman bunga mawarnya.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Awan panas guguran (APG) Merapi mengguyur sejumlah wilayah di lereng Merapi sisi timur, Rabu (8/2/2023).
Antara lain di wilayah Desa Sangup, Mriyan, Kecamatan Tamansari dan Desa Sruni, Kecamatan Musuk.
Hujan abu vulkanik ini terjadi sekira pukul 07.35 WIB.
Hujan abu terjadi sekitar 15 menit.
Hingga pukul 07.45 WIB, hujan abu masih terjadi.
Namun, pukul 08.00, hujan abu ini sudah mereda.
Hujan abu tipis ini bisa terlihat dari dedaunan yang tertempel abu.
Jejak abu juga terlihat jelas di jok sepeda motor.
Begitu pula kondisi jalan yang terlihat sedikit memutih tertutup abu.
Kendaraan motor yang melaju cukup kencang, membuat abu pun beterbangan.
Baca juga: Muntahkan Awan Panas Guguran, Lereng Timur Merapi Diguyur Abu Vulkanik
Baca juga: Inilah Sirup Herbal Sapi, Jamu Karya Mahasiswa UBY : Berkhasiat Tangkal LSD, Petani Merapi Sumringah
Meski terjadi hujan abu, namun hal itu tak sampai mengganggu aktivitas warga.
Masyarakat masih melakukan aktivitas seperti biasa, seperti tak ada hujan abu.
Ada yang ke ladang, ada juga yang ke pasar dan lain-lain.
Dono Supri, salah satu warga Desa Sruni bahkan bersikap seolah tak terjadi apa-apa.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.