Jenis Rekonstruksi Gigi, Kondisi Pasien Pengaruhi Prosedur yang Dipilih, Ini Kata Dokter RS JIH Solo
Berbagai prosedur rekonstruksi gigi terbagi dalam beberapa jenis. Prosedur dilakukan tergantung dari kondisi gigi pasien.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Berbagai prosedur rekonstruksi gigi terbagi dalam beberapa jenis.
Prosedur dilakukan tergantung dari kondisi gigi pasien.
Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia RS JIH Solo, dr. Glady Chumaidi, Sp. Pros menjelaskan gigi berlubang cukup ditambal saja.
Namun jika lubang terlalu besar perlu dilakukan prosedur veneer atau crown.
Jika veneer hanya menambahkan di bagian depan gigi, crown menambahkan seluruh bagian luar gigi supaya kembali seperti aslinya.
Baca juga: Veneer Gigi, Ini Jenis dan Manfaat yang Harus Kamu Ketahui, Kata Dokter RS JIH Solo
“Kalau berlubang masih bisa ditambal. Kalau ternyata sudah pecah lebih dari setengah bisa menggunakan veneer atau crown,” jelasnya.
Namun, jika kondisi gigi sudah terlalu parah, maka prosedur yang bisa dilakukan yakni dengan gigi tiruan lepasan atau cekat.
“Sisa akar dicabut baru diganti dengan gigi palsu. Gigi palsu ada dua gigi tiruan lepasan dan gigi tiruan cekat, gigi tiruan yang tidak bisa dilepas-lepas,” paparnya.
Gigi tiruan lepasan terbagi dalam beberapa jenis di antaranya acrylic, flexidenture, metal frame, atau precision attachment.
Gigi tiruan cekat dibagi menjadi 2 yakni implan atau bridge (jembatan).
Implan gigi melekatkan gigi palsu di bagian tulangnya sehingga tertanam secara kuat.
Baca juga: Manfaat Implan Gigi Sebagai Pengganti Gigi Yang Hilang, Simak Penjelasan Dokter RS JIH Solo
Berbeda dengan bridge yang melekatkan gigi pada gigi lain.
Jika kondisi gigi sudah hilang seluruhnya, prosedur implant bisa diterapkan.
Hanya saja, jika gusi terlalu tipis maka perlu dilakukan prosedur implant overdenture agar implan gigi bisa tertanam kuat.
“Kalau semuanya bisa menggunakan gigi tiruan implan. Kalau gigi full tidak ada sama sekali, perlekatannya di tulang sama gusi," ujar dia.
"Kalau gusinya tipis banget otomatis gigi palsu tidak bisa duduk di sana dengan sempurna. Gampang goyang gampang lepas. Biasanya menambah implant overdenture untuk gigi palsu tersebut,” tambahnya.
(*/ADV)
Drama Gugatan Rp120 Juta, Disperinaker Sukoharjo Buka Jalan Damai, Berharap Tita Bisa Balik Kerja |
![]() |
---|
Kasus Gugatan Rp 120 Juta, Disperinaker Sukoharjo Pertemukan Tita dengan Mantan Bosnya Pekan Depan |
![]() |
---|
Kasus Tita Digugat Rp120 Juta di PN Boyolali Berakhir Niet Ontvankelijke Verklaard, Apa itu? |
![]() |
---|
Kena Gugat Rp 120 Juta oleh Mantan Bos, Tita Penjual Roti Nastar Diminta Lapor Ke Disperinaker |
![]() |
---|
Keseharian Tita Warga Boyolali Digugat Rp120 Juta oleh Mantan Bos, Hidup dengan Ibu Kakak Tanpa Ayah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.