Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sukoharjo

Cerita Pencari Tugu Triangulasi dari Sukoharjo Jateng, Hobi Hingga Tugu Triangulasi Dianggap Kuburan

Surya Harjono tak menyangka hobinya blusukan mencari tugu triangulasi membuatnya mengetahui banyak hal terutama soal cara orang dulu menghitung jarak

Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Dok Surya Harjono
Surya Harjono saat mencatat dan mengecek peta terkait tugu triangulasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Surya Harjono (43) warga asal Baki, Sukoharjo tak menyangka hobinya blusukan mencari tugu triangulasi membuatnya mengetahui banyak hal terutama soal cara orang dulu menghitung jarak antar wilayah.

Ya, Surya memang dikenal sebagai sosok pecinta sejarah.

Namun ada momen unik dimana akhirnya ia memutuskan untuk menekuni dan mencoba membuat buku tentang sejarah tugu triangulasi di Indonesia.

Surya menceritakan awalnya ia tertarik dengan sejarah tugu triangulasi bermula dari keisengannya di grup facebook yang melihat unggahan seseorang tentang sebuah tugu triangulasi.

"Pertamanya dulu itu saya basic-nya pemerhati sejarah jadi seneng sejarah dulu. Saya sempat ngulik sejarah Baki. Tapi tahun 2020 itu ada yang posting Tugu Triangulasi jenis Quarter. Awalnya saya gatau itu tugu apa tapi sempat dijawab teman saya, itu tugu triangulasi," ungkap Surya saat ditemui TribunSolo.com, Senin (17/6/2024).

Baca juga: Daging Sapi Kurban Jokowi di Ponpes Khalifatulloh Sukoharjo Jateng Dibagikan ke 280 Santri & Warga

Karena penasaran, Surya pun mencoba membuka peta wilayah Baki yang dibuat tahun 1930 miliknya yang ternyata di dekat rumahnya ada sejumlah tugu triangulasi.

Momen itu membuat dirinya semakin penasaran dengan apa itu tugu triangulasi dan fungsinya pada masa lampau.

"Terus 2 minggu kemudian saya kok tiba-tiba merasa ingin iseng cari di internet terkait tugu triangulasi itu apa. Kemudian iseng cek peta di Baki apakah ada sisa tugu triangulasi. Ternyata ada di Gawok dan masih utuh dan terawat," sambungnya.

Surya pun pernah menelusuri sejumlah wilayah dari Klaten, Boyolali, Grobogan hingga Salatiga untuk bisa memuaskan rasa penasarannya dengan fungsi tugu triangulasi tersebut.

Tak hanya mencari secara fisik bangunan tugu triangulasi, Surya juga mencari referensi tentang benda bersejarah tersebut yang ternyata memiliki fungsi yang luar biasa pada masa sebelum ditemukannya metode pemetaan menggunakan teknologi satelit.

"Akhirnya membuat saya semakin sering ngulik tugu triangulasi menumbuhkan keinginan untuk membuat buku tentang itu. Apalagi saya cari referensi di internet soal tugu trianggulasi masih minim," ujar dia.

"Kaya di Facebook memang banyak yang posting tapi ya nggak ngulik lebih jauh soal tugu triangulasi. Padahal datanya banyak dan jasanya jaringan triangulasi itu besar untuk masyarakat. Karena sebelum ada teknologi satelit. Peta itu dibuat ya dari jaringan tugu triangulasi," imbuhnya.

Baca juga: Naik Honda Supra, Spiderman Asal Sukoharjo Jateng Kasih Kambing Kurban ke Anak Yatim Korban Covid-19

Kini setelah 4 tahun berkecimpung menelusuri keberadaan dan sejarah tugu triangulasi, setidaknya ada 500-an tugu triangulasi yang telah ia telusuri dari Bogor hingga Bali.

Sebagai informasi, tugu triangulasi yang pertama dibuat di Indonesia disebut Surya ada 915 buah dari kategori tugu Primer dan Sekunder yang selesai diukur pada tahun 1881.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved