Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

BMKG Prediksi Gempa Megathrust di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu, Apakah Solo Raya Jateng Terdampak?

Sejumlah warga di Solo Raya Jawa Tengah, bertanya-tanya apakah di wilayah mereka akan terdampak gempa tersebut

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUN BATAM
Ilustrasi Gempa Bumi 

"Simulasi itu dilakukan juga pada saat menetapkan kalurahan tangguh bencana, itu juga sudah dilakukan dan mudah-mudahan mereka tidak lupa dengan pelajaran yang sudah dilakukan," kata dia.

Baca juga: Siap Untuk Selamat ! Bupati Sri Mulyani Ikuti Simulasi Gempa Bumi saat HKB 2024 Klaten

Noviar mengatakan, walaupun prediksi gempa megathrust berada di Selat Sunda, tetapi efeknya dapat dirasakan sampai seluruh Pulau Jawa mengingat besarnya potensi magnitude gempa.

Termasuk di Solo Raya dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

"Namanya gempa atau megathrust itu kan bencana yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya sehingga yang bisa kita lakukan adalah melakukan kesiapsiagaan masyarakat supaya meminimalisir terjadinya korban," beber dia.

Noviar menyebut, masyarakat yang berada di pesisir menjadi fokus utama.

Oleh sebab itu, BPBD DIY telah berupaya untuk memasang tanda evakuasi sehingga ketika ada gempa atau tsunami dapat digunakan sebagai petunjuk masyarakat.

"Nah, selama ini yang sudah kami lakukan terutama di masyarakat pesisir adalah melakukan kesiapsiagaan dengan cara melatih ketika ada bencana, dan pemasangan tanda-tanda evakuasi ketika ada gempa atau tsunami ketika ada megathurs," urai Noviar.

Baca juga: Ledakan Balon Udara Magelang : Suara Bak Bom, Rumah Bergetar Kayak Gempa, Mobil Sigra Rusak

Ia menuturkan, ketika gempa megathrust terjadi, dapat dibarengi dengan siklon tropis lantaran ketika gempa besar berpotensi gelombang tinggi.

BPBD DIY saat ini sedang menyusun rencana kontijensi siklon tropis.

"Berikutnya kaitannya dengan siklon tropis, ketika ada megathrust berpotensi terjadi gelombang tinggi, tsunami bahkan angin kencang. Maka kami sedang menyusun rencana kontijensi siklon tropis," pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa megathrust di Indonesia tinggal menunggu waktu.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono ketika menyinggung kekhawatiran ilmuwan Indonesia soal seismic gap Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.

Untuk diketahui, seismic gap adalah wilayah di sepanjang batas lempeng aktif yang tidak mengalami gempa besar atau gempa selama lebih dari 30 tahun.

BMKG memperkirakan, Megathrust Selat Sunda bisa memicu gempa dahsyat dengan kekuatan maksimal M 8,7 dan Megathrust Mentawai-Siberut M 8,9.

“Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata 'tinggal menunggu waktu' karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar,” ujar Daryono, dalam keterangan resminya, Minggu (11/8/2024).

(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved