Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pembangunan Jembatan Butuh Sragen

Hadiah Tahun Baru Warga Sragen, Jembatan Butuh Bisa Dilewati Setelah Mangkrak Sejak Tahun 2019

Jembatan butuh akhirnya bisa dilewati warga, ini setelah mangkrak selama 5 tahun. Jembatan itu kini diresmikan.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Jembatan Butuh di Kabupaten Sragen akhirnya diresmikan, Senin (6/1/2025). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Jembatan Butuh yang menghubungkan Kecamatan Masaran dan Kecamatan Plupuh di Kabupaten Sragen akhirnya diresmikan, Senin (6/1/2025).

Jembatan Butuh diresmikan setelah melewati begitu banyak drama.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan pembangunan Jembatan Butuh sudah direncanakan sejak tahun 2019.

Dimana, saat itu, Yuni sedang melakukan kunjungan di Desa Gedongan, tepatnya di Makam Butuh.

Yang mana, dulu ada warga yang menginginkan agar dibangun jembatan penghubung dengan Kecamatan Masaran, agar akses ke Makam Butuh menjadi lebih pendek.

Namun, pada saat itu, pembangunan sempat terkendala pembebasan lahan.

"Alhamdulillah, sangat lega sekali, bersyukur, kurun waktu yang lama, tahun 2019 awalnya, karena dan berbagai hal, salah satunya karena (kendala) pembebasan lahan," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (6/1/2025).

Pada awalnya, Pemkab Sragen mendapat bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Proyek Diperpanjang, Kontraktor Jembatan Butuh Sragen Diperkirakan Kena Denda Rp 14 Juta per Hari

Karena terkendala pembebasan lahan itulah, pada periode kedua Yuni menjabat, bantuan keuangan dari Pemrov Jateng tidak turun.

Proyek pembangunan Jembatan Butuh sempat mangkrak, dan baru dilanjutkan tahun 2024.

Di tengah-tengah pembangunan, kendala kembali terjadi, yang mana kerangka jembatan melengkung.

Selain itu, pengerjaan Jembatan Butuh juga dikejar batas kontrak hingga 31 Desember 2024.

Dan hingga batas kontrak rampung, pengerjaan jembatan Butuh tinggal menyisakan sedikit pekerjaan.

"Dan kemarin waktu saya umroh, saya hitung satu hari satu segmen, pas hari keberapa itu, dapat laporan onderdil atau apanya itu harus dipesan lagi, karena waktu itu jatuh ke dasar sungai, waduh, padahal sudah yang ketujuh, tinggal 3 hari lagi," jelasnya.

"Memang luar biasa ujiannya, alhamdulillah, meski terlambat 4 hari, denda Rp50 jutaan, terima kasih buat warga Sragen," sambungnya.

Menurutnya, setelah acara peresmian rampung, jembatan tersebut sudah bisa langsung dilewati kendaraan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved