Dedi Mulyadi Dikritik Kirim Siswa ke Barak Militer, Susno Duadji: Prabowo Lulusan Pendidikan Militer
Sebaliknya, Susno pun menyebut pihak yang kontra dan menyebut program tersebut melanggar HAM merupakan orang yang berpikir sempit.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Eks Kabareskrim, Komjen Pol Purn Susno Duadji pasang badan untuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang mengirim siswa bandel ke barak militer.
Sebelumnya, aksi Dedi Mulyadi itu dikritik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),
Namun, Susno memiliki pandangan berbeda.
Baca juga: Dedi Mulyadi Sebut Bisa Gaji Rp10 Juta Per Kepala Keluarga Jika Dia Jadi Gubernur Jakarta
Dia menegaskan jika pendidikan di TNI maupun Polri bukan sembarang lembaga pendidikan.
Sebaliknya, Susno pun menyebut pihak yang kontra dan menyebut program tersebut melanggar HAM merupakan orang yang berpikir sempit.
Hal itu diungkapkannya ketika menanggapi terkait lembaga KPAI yang menentang program Dedi Mulyadi melalui channel YouTube-nya.
"Itu bagi orang yang cekak berpikir. Ingat, pikirannya itu bukan di tempat pendidikan yang abal-abal. Jangan merendahkan lembaga pendidikan militer TNI dan Polri," ujar Susno seperti dikutip dari YouTube-nya yang tayang pada Kamis (8/5/2025).
Baca juga: Natalius Pigai Sebut Dedi Mulyadi Kirim Siswa ke Barak Tak Langgar HAM, Usul Diterapkan Nasional
Dia menuturkan, barak militer sudah melahirkan banyak sosok penting, yang di antaranya menjadi Presiden RI.
Susno lantas membeberkan deretan nama-nama pemimpin tertinggi negara yang berasal dari lulusan pendidikan ala militer.
"Saya ini alumninya ya (pendidikan Polri), Pak Presiden Prabowo itu alumninya (militer), para menteri alumninya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alumninya, Presiden Soeharto alumninya dan banyak petinggi-petinggi RI ini alumni pendidikan militer," katanya.
Di barak militer kata Susno, ada pelajaran tentang hak asasi.
Oleh karena itu dirinya meminta agar KPAI tidak merendahkan pendidikan militer.
"Jangan merendahkan pendidikan militer, justru di sana lah HAM diajarkan. HAM itu bukan hanya teori ditegakkan, (tapi) dipraktikkan. TNI belajar masalah HAM, TNI mempraktikkan, kalau ada satu dua yang melanggar ya biasa tidak ada yang sempurna di dunia ini," ujarnya.
Susno yang tersinggung dengan kritikan KPAI pun meminta agar jangan asal menuduh bahwa lembaga pendidikan militer cenderung melanggar HAM.
"Anda pergi dulu ke sana belajar deh, lihat bagaimana mendidik di situ. Jam istirahat diperhatikan, jam untuk beribadah diperhatikan, jam olahraga diperhatikan kemudian apa yang dididik di situ tentang Pancasila, bagaimana mempraktikkannya, tentang HAM bagaimana mempraktikkannya, luar biasa."
| Nina Bachtiar Gabung PSI Pasca Direstui Jokowi di Solo, Bakal Jabat Posisi Struktural di Jawa Barat? |
|
|---|
| Restu Jokowi di Solo Buat Nina Bachtiar Gabung PSI, Sudah 2 Kali Bertemu saat Jabat Bupati Indramayu |
|
|---|
| Not Angka Pianika dan Lirik Lagu Cing Cangkeling, Lagu Daerah Jawa Barat : Cing cangkeling manukcing |
|
|---|
| Kenapa Rasa Teh di Solo Berbeda dengan Teh di Jawa Barat? Ternyata Ada Pengaruh Kolonial Belanda |
|
|---|
| Basral Graito, Peraih Medali Emas SEA Games asal Karanganyar, Jadi Atlet Skateboard Berawal dari BMX |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Susno-Duadji-pasang-badan-untuk-Dedi-Mulyadi.jpg)