Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Lentho, Kuliner Tradisional dari Boyolali, Dulu Makanan Pengganjal Perut saat Penjajahan
Lentho atau disebut juga Mentho adalah makanan yang terbuat dari kacang tolo dan singkong.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Lentho adalah kuliner tradisional yang cukup populer di Solo Raya (Eks Keresidenan Surakata).
Lentho atau disebut juga Mentho adalah makanan yang terbuat dari kacang tolo dan singkong.
Cara pembuatannya, kacang direndam beberapa jam kemudian ditumbuk agak kasar, setelah itu dicampur dengan adonan tepung, parutan singkong, kunyit, bawang daun, daun jeruk purut, cabai, dan garam.
Baca juga: Sejarah Molen Pisang Tawangmangu Karanganyar, dari Sekaten Tahun 1984 Kini Jadi Oleh-oleh Khas
Bentuk lentho bulat memanjang (oval) menyerupai bentuk perkedel dan digoreng hingga kecokelatan sebelum disajikan dengan soto atau pecel.
Salah satu daerah penghasil lentho yang enak adalah di Boyolali.
Sejarah Lentho
Lentho bukan camilan biasa. Makanan ini memiliki akar sejarah panjang yang konon berasal dari masa penjajahan.
Diciptakan pertama kali di Desa Andong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, lentho lahir dari keterbatasan ekonomi masyarakat desa saat itu.
Kala itu, warga yang hidup dalam kemiskinan mencari cara untuk menciptakan makanan yang mengenyangkan, murah, dan berbahan dasar dari hasil pertanian sekitar.
Baca juga: Sejarah Tempe Alakatak, Kuliner Khas nan Langka dari Weru Sukoharjo, Diyakini Sudah Ada Sejak 1900an
Lentho dibuat dari singkong yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan kacang tolo dan kelapa parut.
Campuran ini dibentuk lonjong seperti perkedel dan kemudian digoreng hingga keemasan.
Rasa gurih dari kelapa dan kacang tolo berpadu dengan tekstur kenyal dari singkong menjadikan lentho sebagai camilan yang sederhana namun mengenyangkan.
Tak heran, kandungan karbohidrat dan protein dalam bahan-bahannya membuat lentho sangat cocok dijadikan pengganjal lapar.
Jika mampir ke warung soto di Boyolali, mungkin akan menemukan lentho sebagai pendamping wajib
Lentho basah, yang digoreng saat masih segar, biasanya disajikan hangat dan lembut di dalam maupun di samping semangkuk soto hangat.
Kombinasi gurih soto dengan lentho ini menciptakan sensasi kuliner yang khas dan tak terlupakan.
(*)
Sejarah Sate Kelinci Bisa jadi Kuliner Khas Tawangmangu Karanganyar, Inisiatif Para Peternak |
![]() |
---|
Sejarah Ibu Basuki Bakery: Roti Legendaris Klaten Sejak 1995, dari Rumahan Kini Punya Banyak Cabang |
![]() |
---|
Sejarah Kroket : dari Kudapan Bangsa Eropa, Bisa jadi Sajian Wajib Hajatan di Solo Raya |
![]() |
---|
Sejarah Bubur Lemu, Kuliner Khas Solo yang Legendaris, Makanan Penting di Era Kasunanan Surakarta |
![]() |
---|
Sejarah Kue Kembang Jambu, Camilan Jadul Khas Klaten yang Kini Mulai Langka |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.