Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Lentho, Kuliner Tradisional dari Boyolali, Dulu Makanan Pengganjal Perut saat Penjajahan

Lentho atau disebut juga Mentho adalah makanan yang terbuat dari kacang tolo dan singkong.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunsolo.com
KULINER LEGENDARIS BOYOLALI - Lentho atau mentho makanan tradisional nan legendaris di Boyolali, Jawa Tengah, pada 2019 lalu. Begini sejarah lentho yang diciptakan rakyat saat masa penjajahan Belanda. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Lentho adalah kuliner tradisional yang cukup populer di Solo Raya (Eks Keresidenan Surakata).

Lentho atau disebut juga Mentho adalah makanan yang terbuat dari kacang tolo dan singkong.

Cara pembuatannya, kacang direndam beberapa jam kemudian ditumbuk agak kasar, setelah itu dicampur dengan adonan tepung, parutan singkong, kunyit, bawang daun, daun jeruk purut, cabai, dan garam.

Baca juga: Sejarah Molen Pisang Tawangmangu Karanganyar, dari Sekaten Tahun 1984 Kini Jadi Oleh-oleh Khas

Bentuk lentho bulat memanjang (oval) menyerupai bentuk perkedel dan digoreng hingga kecokelatan sebelum disajikan dengan soto atau pecel.

Salah satu daerah penghasil lentho yang enak adalah di Boyolali.

Sejarah Lentho

Lentho bukan camilan biasa. Makanan ini memiliki akar sejarah panjang yang konon berasal dari masa penjajahan.

Diciptakan pertama kali di Desa Andong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, lentho lahir dari keterbatasan ekonomi masyarakat desa saat itu.

Kala itu, warga yang hidup dalam kemiskinan mencari cara untuk menciptakan makanan yang mengenyangkan, murah, dan berbahan dasar dari hasil pertanian sekitar.

Baca juga: Sejarah Tempe Alakatak, Kuliner Khas nan Langka dari Weru Sukoharjo, Diyakini Sudah Ada Sejak 1900an

Lentho dibuat dari singkong yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan kacang tolo dan kelapa parut.

Campuran ini dibentuk lonjong seperti perkedel dan kemudian digoreng hingga keemasan.

Rasa gurih dari kelapa dan kacang tolo berpadu dengan tekstur kenyal dari singkong menjadikan lentho sebagai camilan yang sederhana namun mengenyangkan.

Tak heran, kandungan karbohidrat dan protein dalam bahan-bahannya membuat lentho sangat cocok dijadikan pengganjal lapar.

Jika mampir ke warung soto di Boyolali, mungkin akan menemukan lentho sebagai pendamping wajib

Lentho basah, yang digoreng saat masih segar, biasanya disajikan hangat dan lembut di dalam maupun di samping semangkuk soto hangat.

Kombinasi gurih soto dengan lentho ini menciptakan sensasi kuliner yang khas dan tak terlupakan.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved