Kenaikan Harga BBM
Harga Pertamax Naik, Ekonom UNS Solo Prediksi Harga Barang Ikut Merangkak
Harga Pertamax naik, ekonom UNS prediksi harga barang ikut naik dan warga beralih ke Pertalite
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga Pertamax diprediksi berdampak pada biaya transportasi dan memicu kenaikan harga barang kebutuhan karena meningkatnya biaya logistik dan distribusi.
- Ekonom UNS Solo menilai sebagian pengguna Pertamax berpotensi beralih ke Pertalite, meski distribusi BBM subsidi tersebut dibatasi melalui sistem kuota.
- Masyarakat diimbau lebih bijak mengelola keuangan, mengurangi pengeluaran nonprioritas, dan mencari tambahan pendapatan untuk menghadapi dampak kenaikan harga BBM.
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax diperkirakan tidak hanya berdampak pada biaya transportasi masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang dan jasa.
Kondisi ini diprediksi akan memengaruhi pola konsumsi masyarakat, termasuk peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite.
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Retno Tanding Suryandari, mengatakan kenaikan harga Pertamax tidak terlepas dari tren kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir.
"Kenaikan ini secara umum tidak bisa dihindari karena harga minyak global naik sejak beberapa bulan lalu karena perang," ujar Retno, Kamis (11/6/2026).
Pengguna Pertamax Diprediksi Beralih ke Pertalite
Menurut Retno, dampak paling cepat yang mungkin terjadi adalah perpindahan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite demi menekan pengeluaran bahan bakar.
Namun, langkah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru karena distribusi Pertalite saat ini dibatasi melalui sistem kuota.
"Dampaknya yang pertama bisa jadi masyarakat yang kemarin pakai Pertamax turun kelas menggunakan Pertalite. Padahal sekarang kuota penjualan Pertalite juga dibatasi, ada kuotanya, tidak dijual bebas seperti Pertamax," katanya.
Harga Barang Berpotensi Ikut Naik
Retno menilai kenaikan harga BBM hampir pasti berdampak pada harga berbagai kebutuhan masyarakat.
Pasalnya, BBM menjadi komponen penting dalam biaya transportasi dan distribusi barang.
"Saya yakin, karena itu hukum ekonomi, ketika harga bahan baku, BBM itu termasuk bahan baku untuk transportasi maupun logistik, kalau itu naik saya kira barang-barang lain pasti akan naik. Entah berapa persen, pasti mengikuti harga kenaikan BBM," jelasnya.
Menurut dia, masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari sebagai efek berantai dari naiknya harga bahan bakar.
"Mau tidak mau masyarakat nanti akan menghadapi kenaikan harga yang lain. Kita melihat kondisi ekonomi kita yang tidak baik-baik saja, nanti akan banyak perubahan yang dihadapi masyarakat Indonesia," tegasnya.
Baca juga: Pusingnya Emak-emak di Boyolali, Belum Selesai Kenaikan Dolar Kini Harga BBM Non Subsidi Melonjak
Masyarakat Diperkirakan Ubah Pola Transportasi
Di sektor transportasi, masyarakat diperkirakan akan melakukan berbagai penyesuaian untuk mengurangi beban pengeluaran.
Salah satunya dengan beralih dari mobil ke sepeda motor atau mempertimbangkan kendaraan listrik bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih.
| Pusingnya Emak-emak di Boyolali, Belum Selesai Kenaikan Dolar Kini Harga BBM Non Subsidi Melonjak |
|
|---|
| Imbas Harga Pertamax Naik, Warga Solo Disebut Berpotensi Beralih ke Transum Hingga Kendaraan Listrik |
|
|---|
| Harga Pertamax Melonjak Tajam, Tarif Batik Solo Trans Tak Berubah, Bakal Diserbu? |
|
|---|
| Dampak Kenaikan Harga Pertamax di Solo Raya, Peralihan ke Transum Hingga Antrean Pertalite Mengular |
|
|---|
| Harga BBM Naik, Tarif BST Solo Tetap Aman? Ini Penjelasan Dishub |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Antrean-kendaraan-mengisi-BBM-di-SPBU-Manahan-Jalan-Adi-Sucipto-Solo.jpg)