Kenaikan Harga BBM

Harga Pertamax Naik, Ekonom UNS Solo Prediksi Harga Barang Ikut Merangkak

Harga Pertamax naik, ekonom UNS prediksi harga barang ikut naik dan warga beralih ke Pertalite

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
ANTREAN MENGULAR - Antrean kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) mengular panjang hingga ke jalan-jalan di SPBU Manahan Jalan Adi Sucipto, Solo, Selasa (31/3/2026). Diketahui, antrean ini terjadi di tengah isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang diperkirakan naik menjadi Rp17.850 per liter 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax diprediksi berdampak pada biaya transportasi dan memicu kenaikan harga barang kebutuhan karena meningkatnya biaya logistik dan distribusi.
  • Ekonom UNS Solo menilai sebagian pengguna Pertamax berpotensi beralih ke Pertalite, meski distribusi BBM subsidi tersebut dibatasi melalui sistem kuota.
  • Masyarakat diimbau lebih bijak mengelola keuangan, mengurangi pengeluaran nonprioritas, dan mencari tambahan pendapatan untuk menghadapi dampak kenaikan harga BBM.

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax diperkirakan tidak hanya berdampak pada biaya transportasi masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang dan jasa. 

Kondisi ini diprediksi akan memengaruhi pola konsumsi masyarakat, termasuk peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Retno Tanding Suryandari, mengatakan kenaikan harga Pertamax tidak terlepas dari tren kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir.

"Kenaikan ini secara umum tidak bisa dihindari karena harga minyak global naik sejak beberapa bulan lalu karena perang," ujar Retno, Kamis (11/6/2026).

Pengguna Pertamax Diprediksi Beralih ke Pertalite

Menurut Retno, dampak paling cepat yang mungkin terjadi adalah perpindahan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite demi menekan pengeluaran bahan bakar.

Namun, langkah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru karena distribusi Pertalite saat ini dibatasi melalui sistem kuota.

"Dampaknya yang pertama bisa jadi masyarakat yang kemarin pakai Pertamax turun kelas menggunakan Pertalite. Padahal sekarang kuota penjualan Pertalite juga dibatasi, ada kuotanya, tidak dijual bebas seperti Pertamax," katanya.

ANTREAN MENGULAR - Antrean kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) mengular panjang hingga ke jalan-jalan di SPBU Laweyan Jalan Dr. Radjiman, Solo, Selasa (31/3/2026). Diketahui, antrean ini terjadi di tengah isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang diperkirakan naik menjadi Rp17.850 per liter
ANTREAN MENGULAR - Antrean kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) mengular panjang hingga ke jalan-jalan di SPBU Laweyan Jalan Dr. Radjiman, Solo, Selasa (31/3/2026). Diketahui, antrean ini terjadi di tengah isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang diperkirakan naik menjadi Rp17.850 per liter (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Harga Barang Berpotensi Ikut Naik

Retno menilai kenaikan harga BBM hampir pasti berdampak pada harga berbagai kebutuhan masyarakat. 

Pasalnya, BBM menjadi komponen penting dalam biaya transportasi dan distribusi barang.

"Saya yakin, karena itu hukum ekonomi, ketika harga bahan baku, BBM itu termasuk bahan baku untuk transportasi maupun logistik, kalau itu naik saya kira barang-barang lain pasti akan naik. Entah berapa persen, pasti mengikuti harga kenaikan BBM," jelasnya.

Menurut dia, masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari sebagai efek berantai dari naiknya harga bahan bakar.

"Mau tidak mau masyarakat nanti akan menghadapi kenaikan harga yang lain. Kita melihat kondisi ekonomi kita yang tidak baik-baik saja, nanti akan banyak perubahan yang dihadapi masyarakat Indonesia," tegasnya.

Baca juga: Pusingnya Emak-emak di Boyolali, Belum Selesai Kenaikan Dolar Kini Harga BBM Non Subsidi Melonjak

Masyarakat Diperkirakan Ubah Pola Transportasi

Di sektor transportasi, masyarakat diperkirakan akan melakukan berbagai penyesuaian untuk mengurangi beban pengeluaran.

Salah satunya dengan beralih dari mobil ke sepeda motor atau mempertimbangkan kendaraan listrik bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved