Kenaikan Harga BBM
Harga Pertamax Naik, Ekonom UNS Solo Prediksi Harga Barang Ikut Merangkak
Harga Pertamax naik, ekonom UNS prediksi harga barang ikut naik dan warga beralih ke Pertalite
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Putradi Pamungkas
"Mungkin ada juga yang ganti moda. Kalau sebelumnya pakai mobil berganti pakai motor. Yang uangnya banyak ganti mobil dari yang berbasis BBM berganti listrik. Itu bisa terjadi," ujarnya.
Meski demikian, Retno menilai penggunaan transportasi umum belum tentu menjadi pilihan utama masyarakat Solo Raya karena keterbatasan jaringan angkutan umum.
"Kalau penggunaan transportasi umum, kalau kita bicara di Solo dan sekitarnya kan jaringan transumnya belum bagus. Itu bisa menjadi pilihan entah nomor berapa," katanya.
Menurutnya, Kota Solo masih memiliki alternatif melalui layanan Batik Solo Trans (BST).
Namun, kondisi berbeda terjadi di sejumlah wilayah penyangga yang belum memiliki transportasi publik memadai.
"Mungkin di Solo karena ada Batik Solo Trans itu memungkinkan. Kalau kabupaten lain menjadi hal yang mustahil, menjadi pilihan nomor sekian," ujarnya.
Baca juga: Petugas Jalur Pertalite Lebih Sibuk di SPBU Solo Usai Harga Pertamax Naik
Kurangi Pengeluaran dan Hindari Utang
Retno menilai pemilik mobil tidak akan langsung menjual kendaraannya hanya karena harga BBM naik.
Langkah yang lebih realistis adalah mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan atau berbagi kendaraan dengan keluarga maupun rekan kerja.
"Kalau sudah membeli mobil baru dijual untuk ganti mobil yang lama, mungkin belum ya, karena mobil keluar dari dealer kan harganya turun sehingga merugi. Mungkin ditahan dulu dan berganti ke motor," katanya.
"Bareng dengan temannya bisa jadi, satu mobil untuk bersama untuk menekan pengeluaran dari pos transportasi," imbuhnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak mengatur keuangan rumah tangga dengan memprioritaskan kebutuhan pokok dan mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak.
"Pendapatan harus dialokasikan dengan bijaksana untuk survival di era seperti ini. Perlu dipikirkan prioritas pengeluaran yang penting dulu," ujarnya.
Retno mencontohkan pengeluaran konsumtif seperti jajan harian dapat dievaluasi kembali agar tidak membebani kondisi keuangan keluarga.
"Pengeluaran primer kan makan, jajan bisa dikurangi. Pengeluaran untuk jajan meskipun sehari Rp10 ribu, kalau setiap hari kan banyak jadinya. Itu perlu ditinjau ulang, kategori apa yang perlu dikurangi," katanya.
Ia menegaskan masyarakat harus memastikan pengeluaran tidak melebihi pendapatan agar terhindar dari utang.
| Pusingnya Emak-emak di Boyolali, Belum Selesai Kenaikan Dolar Kini Harga BBM Non Subsidi Melonjak |
|
|---|
| Imbas Harga Pertamax Naik, Warga Solo Disebut Berpotensi Beralih ke Transum Hingga Kendaraan Listrik |
|
|---|
| Harga Pertamax Melonjak Tajam, Tarif Batik Solo Trans Tak Berubah, Bakal Diserbu? |
|
|---|
| Dampak Kenaikan Harga Pertamax di Solo Raya, Peralihan ke Transum Hingga Antrean Pertalite Mengular |
|
|---|
| Harga BBM Naik, Tarif BST Solo Tetap Aman? Ini Penjelasan Dishub |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Antrean-kendaraan-mengisi-BBM-di-SPBU-Manahan-Jalan-Adi-Sucipto-Solo.jpg)