TOPIK
Syabda Perkasa Meninggal Dunia
-
Pitha Haningtyas Mentari atau akrab disapa Tari, terlihat duduk meringkuk sambil menutup wajahnya diyakini sedang menangis.
-
Banyak pihak yang tak menyangka Syabda pergi secepat ini, termasuk kekasihnya, Pitha Haningtyas Mentari.
-
Yuni Kartika menyebut jika Syabra Perkasa Belawa sempat berbincang dengannya soal cita cita dan impiannnya.
-
Pemuda berprestasi ini semasa hidupnya ternyata kerap bertanding melawan tetangga di sekitar kediamannya.
-
Duka mendalam juga dirasakan warga sekitar tempat tinggal Syabda di Bekasi, yang merasa kehilangan pemuda berprestasi tersebut.
-
Syabda ternyata sempat meminta sang ayah untuk bergantian menyetir mobil Toyota Camry yang dikendarainya.
-
Kapolres Pemalang, AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya mengungkapkan kondisi ayah Syabda saat ini.
-
Kisah Syabda dan Nenek Karsi mengharukan, semasa hidup keduanya menunjukan kasih sayang. Setelah meninggal mereka satu liang lahat.
-
Keluarga Syabda menggelar tahlilan selama tujuh hari kedepan. Tujuannya untuk mendoakan almarhum, ibu, dan neneknya.
-
Syabda diharapkan menjadi pemain elit kelas dunia. Itu terlihat dari prestasinya beberapa waktu terakhir di ajang kelas dunia.
-
Syabda sudah dikenal sebagai atlet yang berpotensi. Itu yang dilihat para pelatih di PB Djarum Kudus. Dia juga dikenal pekerja keras.
-
Syabda dikuburkan satu liang lahat dengan Ibundanya, Anik Sulistiyo dan neneknya Karsi (70). Hujan lebat turun mengiringi pemakaman.
-
Sosok Syabda ini dekat dengan pelatih dan juga rekannya. Dia juga terkenal suka bekerja keras dalam berlatih hingga mencapai titik saat ini.
-
Penggali kubur makam Syabda memiliki cerita. Dia mengatakan sosok keluarga pebulutangkis tersebut ramah pada tetangga.
-
Sragen merupakan kampung halaman dari orangtuanya. Meski lahir dan besar di Bekasi, Syabda lahir dari orangtua yang berasal dari Sragen.
-
Kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya pebulutangkis asal Sragen Syabda membawa duka untuk rekan-rekannya. Mereka mengirim karangan bunga.
-
Ketiganya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Karaban, Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
-
Pemakaman Syabda sudah selesai dilakukan. Warga dan keluarga lalu melakukan doa bersama sebelum kembali pulang.
-
Keluarga dari pebulutangkis asal Sragen Syabda Belawa tampak sedih. Mereka mendekati peti jenazah Syabda dan ibunda untuk momen terakhir.
-
Diketahui pula, Pitha atau Tari ini akan tanding di Swiss Open yang berlangsung pada 21 hingga 26 Maret 2023 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss.
-
Jenazah Syabda Pebulutangkis asal Sragen disemayamkan 30 menit di rumah duka. Setelah itu jenazah langsung dimakamkan di PU Dukuh Karaban.
-
Kepergian Syabda Perkasa meninggalkan duka yang mendalam untuk keluarga. Jenazahnya dimakamkan satu liang lahat dengan ibu dan neneknya di Sragen.
-
Keduanya dimakamkan satu liang lahat bersama jenazah nenek Syabda, yang telah lebih dulu wafat pada Minggu (19/3/2023).
-
Salah satu tetangga Syabda di Bekasi, Ibrahim (42) mengatakan insiden kecelakaan bermula ketika pihak keluarga ingin ke Sragen
-
Kedua jenazah dibawa menggunakan ambulans Rumah Sakit Islam Al Ikhlas Pemalang dan ambulans NU,Peduli Kecamatan Miri.
-
Tangis Keluarga cah saat kedatangan Jenazah Syabda Perkasa Belawa dan Ibundanya, Anik Sulistiyo. Mereka langsung menggelar salat jenazah.
-
Niat Pebulutangkis Syabda Perkasa Belawa pulang ke Sragen ternyata untuk melayat sang nenek. Namun, dalam perjalanan mengalami kecelakaan.
-
Sampai saat ini Rumah Duka Pebulutangkis Syabda Perkasa Belawa terus dipadati pelayat. Jenazah akan dikuburkan di Sragen.
-
Rumah duka yang berlokasi di Jalan Solo-Porwodadi tepatnya di Dusun Ngroto, Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen
-
Syabda Perkasa Belawa akan dikuburkan bersama ibu dan neneknya, satu liang lahat. Ini dungkapkan oleh manager sekaligus kerabat Syabda.