TOPIK
Aksi Solidaritas Ojol
-
Siswa di Solo diminta untuk masuk sekolah. Ini pasca kerusuhan aksi di Solo. Mereka yang masuk sekolah juga diminta tertib setelah pulang.
-
Kota Solo kini memberlakukan jam malam. Siswa diminta untuk belajar di rumah pukul 18.00 WIB. Ini dilaporkan ke Wali Kelas.
-
Korban aksi ricuh di Solo mencapai 21 orang. Mereka mengalami luka dan sesak nafas saat aksi berlangsung.
-
Wali Kota Solo meminta agar orang tua memastikan anaknya tetap di rumah setelah pulang sekolah. Ini harus disertai dengan foto.
-
Seorang pemuda di Solo mengaku hanya sebagai penonton saat demonstrasi ricuh. Namun, dia malah ikut ditangkap polisi.
-
Ada satu cerita tentang demonstrasi di Solo. Seorang ibu mengaku kaget, saat dikabari anaknya ditangkap polisi di Solo.
-
Ia mengaku menyesal mengikuti ajakan teman-temannya untuk melihat aksi demonstrasi solidaritas ojek online di Solo.
-
Waktu perbaikan Gedung DPRD Solo belum diketahui kapan. Ini lantaran pembahasan APBD perubahan tersebut sudah digedok.
-
Seluruh aktivitas sekretariat DPRD Kota Solo bakal dialihkan sementara ke ruang perpustakaan dan basement gedung dewan.
-
Para pemuda yang merusak fasilitas umum di Solo dipulangkan. Ini setelah mereka menulis pernyataan tidak mengulangi perbuatan mereka lagi.
-
Sebanyak 65 pemuda diamankan oleh jajaran Polresta Solo pada Minggu (31/8/2025) dini hari, menyusul aksi perusakan fasilitas umum
-
Pemuda yang diamankan polisi menangis di Polresta Solo. Ini saat mereka sungkem ke orang tua dan berjanji tidak mengulangi perbuatan mereka.
-
Sebanyak 73 pemuda ditangkap lantaran diduga hendak melakukan aksi anarkis lanjutan, menyusul perusakan sejumlah fasilitas umum
-
Polresta Solo mengamankan puluhan pemuda yang diduga melakukan perusakan fasilitas umum di Kota Solo, Minggu (31/8/2025).
-
Aksi kerusuhan yang terjadi di Jalan Raya Sukowati, Kabupaten Sragen, pada dini hari mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
-
Kepolisian tengah menyelidiki aksi perusakan yang terjadi di kantor DPRD Kabupaten Sragen serta dua pos polisi pada Sabtu dini hari (30/8/2025).
-
Mapolres Sragen memastikan kondisi sudah sepenuhnya berada dalam kendali aparat meskipun aksi anarkis
-
Saat ini Pemkot Surakarta tengah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menjaga kondusifitas dan mencegah kericuhan susulan.
-
Meski begitu, massa masih bertahan di sekitar Kampung Beloran, jumlahnya ada ratusan orang sekitar pukul 02.30 WIB.
-
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan CFD tetap dilaksanakan demi menjaga aktivitas masyarakat serta agenda rutin kota.
-
Radit mengaku saat ini kondisinya mulai stabil, hanya saja badannya masih terasa pegal usai mendapat pukulan dan tendangan dari sejumlah polisi.
-
Ketua BEM UNS, Muhammad Faiz Zuhdi mengatakan tujuan pertama aksi damai adalah menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya rekan seperjuangan mereka.
-
Penetapan status tersebut dilakukan oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, pada Sabtu (30/8/2025) dan akan berlangsung selama tujuh hari.
-
Sedianya akan ada konser musik Festival Agustus Merdeka yang digelar pada Sabtu (30/8/2025) dan jalan sehat yang digelar pada Minggu (31/8/2025).
-
Berbeda dari aksi sebelumnya yang sempat diwarnai kericuhan, kali ini mahasiswa memilih menyampaikan aspirasi dengan cara damai.
-
Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan, yaitu pers mahasiswa independen yang dimiliki dan dikelola oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
-
Sejumlah toko, swalayan Luwes, hingga warung makan di jalur utama kota itu memilih tetap membuka usaha mereka pada Sabtu (30/8/2025).
-
Lokasi kericuhan semalam itu kini justru dijadikan masyarakat umum sebagai tontonan.
-
Dokumen-dokumen tersebut diakui Ardianto berkaitan dengan laporan kegiatan maupun agenda selama yang diikuti oleh para anggota legislatif.
-
Melihat ada pergerakan massa tersebut, personel Kodim 0725/Sragen yang berada dekat dengan lokasi langsung menghalau massa.