Berita Menarik
Mengenal Mad Honey, Madu Memabukkan Asal Nepal, Pernah Dipakai Untuk Meracuni Musuh
Nepal terdapat madu yang dapat memabukkan dan dikenal sebagai mad honey atau madu gila.
Penulis: Tribun Network | Editor: Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM - Madu merupakan salah satu hasil alam yang diproduksi oleh lebah. Meski hasil alami, di Nepal terdapat madu yang dapat memabukkan dan dikenal sebagai mad honey atau madu gila.
Madu tersebut didapatkan dari distrik perbukitan Lamjung, di Provinsi Gandaki Nepal, tepatnya di desa Ghale Gaun, menurut Times of India. Madu ini dipanen dari tebing Ghale Gaun yang menjulang tinggi. Pengumpul madu sendiri harus memanjat lebih dari 240 meter dengan bantuan tali.
Madu tersebut terbuat dari sari bunga Rhododendron atau Azela dan mengandung zat beracun. Sehingga pada zaman dulu prajurit perang sering menggunakan madu tersebut untuk meracuni musuh.
Lantas, apa itu mad honey?
Baca juga: Resep Sehat dari Tuminah, Jemaah Calon Haji Tertua Asal Klaten Berusia 91 Tahun : Madu dan Kurma
Efek saat mengonsumsi mad honey
Mad honey dikenal dengan khasiat dan efek psikoaktif atau halusinasi yang unik. Meski demikian, efek psikoaktif dari mad honey tersebut bukan berasal dari lebah, melainkan dari apa yang dimakan lebah di wilayah tertentu, seperti genus tanaman berbunga yang disebut rhododendron.
Nektar bunga rhododendron di wilayah tersebut mengandung greyanotoxins yang merupakan kelompok neurotoksin alami. Ketika lebah mengumpulkan nektar dari bunga-bunga tersebut dan mengubahnya menjadi madu, racun-racun itu akan tertahan di dalam madu.
Mengonsumsi mad honey dalam jumlah sedikit mungkin memiliki efek psikoaktif ringan, sehingga menimbulkan perasaan rileks dan euforia. Namun bila dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak, maka efeknya dapat menyebabkan gejala yang lebih parah seperti pusing, mual, muntah, halusinasi.
Sedangkan dalam kasus yang ekstrem dapat menyebabkan gangguan jantung bahkan kematian.
Untuk alasan tersebut, mengonsumsi madu yang unik ini tanpa pengawasan tidaklah disarankan. Beberapa penduduk setempat percaya bahwa mad honey baik untuk penyakit tertentu, namun belum ada penelitian pasti yang dilakukan mengenai hal ini.
Karena sifat halusinogennya, jual beli madu ini diawasi secara ketat.
Baca juga: Kejaksaan Buka Formasi CPNS 2023, Ada Jalur SMAnya. Simak Info Berikut Ini
Manfaat mad honey
The Guardian melaporkan bahwa satu kilogram mad honey berkualitas tinggi dapat dijual dengan harga sekitar 360 dollar AS atau sekitar Rp 5,5 juta di toko-toko di sekitar Turkiye.
Sementara National Geographic mencatat, sekitar setengah kilogram mad honey dijual dengan harga sekitar 60 dollar AS atau Rp 900.000 di pasar gelap Asia.
Secara umum nilai mad honey jauh lebih tinggi dibandingkan madu biasa. Hal ini disebabkan karena banyak orang yang percaya bahwa madu gila memiliki nilai medis lebih dari madu biasa.
Di wilayah Laut Hitam dan sekitarnya, orang menggunakan mad honey untuk mengobati kondisi seperti hipertensi, diabetes, radang sendi, dan sakit tenggorokan.
Kendati demikian, penelitian tentang manfaat medis dari madu halusinogen dari Nepal dan Turkiye masih belum jelas.
Di Asia Timur Laut, beberapa pembeli percaya bahwa mad honey dapat mengobati disfungsi ereksi. Hal itu menjelaskan mengapa sebagian besar kasus keracunan madu gila melibatkan pria paruh baya, sebagaimana dicatat dalam laporan tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal RSC Advances.
Baca juga: Daftar 15 Nama Mantan Napi Korupsi Yang Maju Jadi Bacaleg di Pemilu 2024 Versi ICW
Baca juga: Keyakinan Gerindra soal Partai Pendukung Prabowo : Pada Saatnya, Semua Parpol Akan Mendukung Prabowo
Bagaimana madu gila memengaruhi tubuh?
Dilansir dari bigthink (26/12/2023), meskipun manfaat mad honey untuk pengobatan belum jelas, namun secara pasti seseorang dapat keracunan jika mengonsumsi terlalu banyak madu yang kaya akan greyanotoxin ini.
Mengonsumsi mad honey dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan detak jantung yang berbahaya.
“Grayanotoxins mengerahkan toksisitasnya dengan mengikat saluran ion natrium pada membran sel dan mencegahnya menutup dengan cepat, seperti aconitine," kata ahli toksikologi forensik Justin Brower.
"Hasilnya adalah keadaan depolarisasi di mana ion natrium mengalir bebas ke dalam sel, dan masuknya kalsium meningkat," tambahnya.
Brower mengungkapkan, dalam proses ini dapat menyebabkan serangkaian gejala yang melibatkan peningkatan keringat, air liur, dan mual.
Gejala tersebut biasanya hilang dalam waktu 24 jam, seperti yang terjadi pada seorang pria di Seattle yang menderita keracunan madu pada 2011.
Meskipun jumlah pasti madu gila yang diperlukan untuk menjadi keracunan bergantung pada individu dan kualitas madu tersebut, laporan RSC Advances 2018 mencatat bahwa konsumsi mad honey sekitar 15-30 gram dapat menyebabkan keracunan, dan gejalanya muncul setelah setengah hingga 4 jam.
Selain itu, tingkat keracunan tidak hanya bergantung pada jumlah madu gila yang dikonsumsi tetapi juga konsentrasi greyanotoxin dalam madu dan musim produksinya.
Penelitian juga menyebut bahwa konsumsi satu sendok teh mad honey dapat menyebabkan keracunan.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Mad Honey, Madu Memabukkan yang Berasal dari Nepal?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2023/08/27/070000765/apa-itu-mad-honey-madu-memabukkan-yang-berasal-dari-nepal-?page=all#page2
Mantan Pebulu Tangkis Asal Karanganyar Ribka Sugiarto Kini Jadi Ibu, Telah Melahirkan Anak Pertama |
![]() |
---|
Heboh Tas Hermes Birkin Pertama di Dunia Laku dengan Harga Rp 162 Miliar, Awalnya Diprediksi Rp 8 M |
![]() |
---|
Viral Finalis Masterchef Malaysia Etiqah Siti Noorashikeen Siksa ART Keturunan Indonesia HinggaTewas |
![]() |
---|
8 Tahun Pacaran, Pemain Timnas Rizky Ridho Ramadhani Kini Resmi Nikahi Sang Kekasih Sendy Aulia |
![]() |
---|
Cerita Mutiara Annisa Baswedan Melahirkan Anak Pertama, Usia Kandungan 42 Minggu Kurang Sehari |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.