Kasus DBD di Sragen
Di Balik Kasus DBD di Sragen, Ada 281 Orang Alami Gejala Demam, Rata-rata Berusia Anak
Ratusan orang di Kabupaten Sragen tercatat menjadi suspek kasus demam berdarah dengue (DBD).
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Ratusan orang di Kabupaten Sragen tercatat menjadi suspek kasus demam berdarah dengue (DBD).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen mencatat ada lebih kurang 281 orang yang mengalami gejala demam dengue.
Kepala Dinkes Sragen, Udayanti Proborini mengatakan mereka yang mengalami gejala demam dengue mayoritas merupakan anak-anak.
"Pasien yang terjangkit ada anak-anak, bervariasi," kata dia saat dihubungi TribunSolo.com, Sabtu (3/2/2024).
"Memang yang diberikan ke kami memang tidak menunjukkan usia berapa, hanya jumlah setiap kecamatan," tambahnya.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kasus DBD di Sragen Capai 38 Kasus, Bocah SD 12 Tahun Meninggal Dunia
Sementara itu, ada dua tambahan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sragen saat awal Februari 2024.
Dua orang pasien DBD tersebut masih berusia anak.
Mereka berasal dari Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.
Satu pasien anak DBD telah meninggal dunia pada 31 Januari 2024 lalu.
Pasien meninggal dunia setelah berjuang sembuh di rumah sakit selama 4 hari.
Baca juga: Demam Berdarah Sudah Makan Korban, Warga Sragen Diminta Waspada, Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk
Sementara satu pasien anak lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit.
Penambahan kasus tersebut membuat angka kasus DBD di Sragen mencapai 38 kasus.
Sebelumnya ada 36 kasus yang tercatat pada Januari 2024.
"Sekarang kasusnya 38 kasus, 38 kasu per 1 Februari," kata Udayanti.
(*)
Cuaca Masih Tak Menentu, Warga Sragen Tetap Diminta Waspadai Penyakit DBD |
![]() |
---|
Hingga April 2025, Tercatat Ada 102 Kasus DBD di Sragen, Terbanyak di Sumberlawang |
![]() |
---|
2025 Baru Berjalan 9 Hari, Sudah Ada 7 Warga Sragen Terjangkit Demam Berdarah Dengue |
![]() |
---|
Ratapan Pilu Ibu di Sragen, Sang Putra Meninggal karena DBD : Demam Tinggi, Sempat Dilarikan ke RS |
![]() |
---|
Dinas Kesehatan Sebut Lonjakan Kasus DBD Selama 2024 di Sragen Merupakan Siklus 5 Tahunan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.