Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kasus DBD di Sragen

Bocah 6,5 Tahun di Sragen Meninggal Diduga Terjangkit DBD, Sempat Dirawat di Rumah Sakit 

DBD memakan korban lagi di Sragen. Korban adalah seorang anak berusia 6,5 tahun. Dia masih bertetangga dengan korban sebelumnya SEI.

|
TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Pemberangkatan jenazah seorang anak berusia 6,5 tahun warga Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen yang meninggal dunia diduga karena terjangkit DBD, Senin (5/2/2024). 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Udayanti Proborini mengatakan, ketika pertama kali dibawa ke rumah sakit, kondisi kesehatan HAA masih bagus dilihat dari hasil laboratorium.

"Awalnya datang di rumah sakit swasta, awal datang hasil laboratorium kondisinya masih sangat bagus, tidak ada peningkatan hemotokrit, tapi selang beberapa hari ketika di lab lagi ada penurunan, tapi masih dalam range normal," jelasnya.

"Kemudian hari ini tadi ada menyampaikan dirujuk ke rumah sakit pemerintah, dengan kondisi yang sudah mungkin ada penurunan kondisi," tambahnya

Adanya kasus kematian ini, Udayanti kembali mengingatkan kepada seluruh warga Sragen untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Melakukan kegiatan PSN itu yang paling penting, terutama di lingkungan rumah masing-masing, jangan sampai membiarkan barang bekas yang bisa menampung air, dimana disitu jentik nyamuk bisa tumbuh," ujarnya.

"Tebangan pohon dan bambu setelah dipotong harus ditutup, jangan sampai ada genangan air di tempat seperti itu," pungkasnya.

Dinkes Sragen juga akan melakukan fogging di sekitar lingkungan tempat tinggal HAA. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved