Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Jateng

Waspada! Jawa Tengah Masuk 4 Zona Megathrust, Potensi Gempa Maksimum hingga M 8,9

BMKG sebelumnya sudah menyoroti dua wilayah yang berpotensi terjadi gempa megathrust, yakni Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunsolo.com/Istimewa
ILUSTRASI Kerusakan rumah akibat gempa bumi. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Beberapa hari belakangan prediksi soal gempa megathrust menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Potensi gempa bumi besar kembali dikhawatirkan pasca-gempa bumi magnitudo 5,5 yang mengguncang Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (26/8/2024) malam.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, menjelaskan jika gempa itu ada kaitannya dengan megathrust.

Baca juga: Rumah Rusak Efek Gempa 5,8 Gunungkidul di Karanganyar Jateng, Kakek Tak Bisa Istirahat di Ruang Tamu

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di bidang kontak antar lempang (megathrust)," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin.

BMKG sebelumnya sudah menyoroti dua wilayah yang berpotensi terjadi gempa megathrust, yakni Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.

Zona megathrust segmen Selat Sunda sebagian terbentang di Selatan Jawa-Bali, sementara zona megathrust Mentawai-Siberut di barat Sumatera.

Adapun Daryono juga mengatakan bahwa gempa megathrust di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut tinggal menunggu waktu.

Baca juga: Detik-detik Rumah Kakek 74 Tahun Rusak, Efek Gempa 5,8 Gunungkidul di Karanganyar Jateng

Pasalnya, keberadaan zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut dinilai sebagai sebuah potensi yang diduga oleh para ahli sebagai zona kekosongan gempa besar (seismic gap) yang sudah berlangsung selama ratusan tahun.

Melansir Kompas.com, seismic gap tersebut harus diwaspadai karena dapat melepaskan energi gempa signifikan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. 

Selain itu, data BMKG juga menunjukkan bahwa megathrust Selat Sunda dan megathrust Mentawai-Siberut sudah lama tidak terjadi gempa besar.

Meskipun BMKG bisa memprediksi potensi magnitudonya, namun mereka tidak bisa memperkirakan kapan gempa megathrust tersebut akan terjadi.

Baca juga: Duka Bertubi-tubi, Ayah dr Aulia Meninggal Dunia Susul Sang Putri, Dimakamkan Berdampingan di Tegal

Kondisi itulah kemudian yang menjadi kekhawatiran akan gempa megathrust di masa mendatang. 

Lantas, mana saja zona megathrust yang ada di Pulau Jawa?

Tak hanya dua zona megathrust tersebut, BMKG menyebut total ada 16 zona megathrust yang mengepung Indonesia. 

Dari 16 zona megathrust tersebut, setidaknya ada 4 zona megathrust yang mengepung Pulau Jawa, salah satunya adalah megathrust Selat Sunda.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved