Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Ijazah Jokowi Digugat

Ijazah Jokowi Sudah Dinyatakan Asli, Susno Duadji Kini Pertanyakan Penerbitannya : Sah atau Tidak?

Susno Duadji mengungkapkan, polisi juga harus menyelidiki apakah proses penerbitan ijazah tersebut dilakukan secara sah atau tidak

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Bareskrim (Kabareskrim Polri)  Susno Duadji, menilai seharusnya Bareskrim Mabes Polri tidak hanya menyelidiki apakah ijazah Joko Widodo dari Universitas Gajah Mada (UGM) asli atau palsu.

Susno Duadji mengungkapkan, polisi juga harus menyelidiki apakah proses penerbitan ijazah tersebut dilakukan secara sah atau tidak

Pasalnya, berdasarkan sejumlah kasus, terdapat dokumen yang dinyatakan asli namun proses penerbitannya dilakukan dengan cara-cara yang tidak sah.

Baca juga: Diperiksa Polisi dalam Kasus Ijazah Jokowi, Kader PSI Dicecar soal Roy Suryo dan Rismon Sianipar

"Ini berbicara kadang-kadang mencari asli atau palsu. Asli atau palsu berarti yang ini asli, yang ini palsu. Maka kita bandingkan," kata Susno Duadji saat berbicara dalam program Dua Arah KompasTV, Jumat (23/5/2025).

Mantan Menpora Roy Suryo, Kuasa Hukum Jokowi Yakup Hasibuan, dan Guru Besar Hukum Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad turut hadir dalam acara tersebut.

Susno Duadji tidak mempertanyakan soal Ijazah Jokowi asli atau palsu, tetapi ijazahnya sah atau tidak.

Dia mengatakan, penting  untuk mengetahui sah apa tidak itu adalah institusi yang mengeluarkan, yang paling berwenang memberikan penilaian.

Baca juga: Alumni SMA N 6 Solo Berniat Layangkan Gugatan Intervensi Bela Jokowi di Kasus Ijazah Palsu

"Tetapi tidak cukup itu saja kalau institusinya mengatakan ya betul itu produk kami terdaftar, ya kami yang mengeluarkan," kata Susno Duadji.

"Maka Polri selaku penyelidik tidak cukup itu. Dibuktikan prosesnya itu benar apa tidak," jelasnya.

Salah satu prosesnya dari pendaftaran.

Polisi bisa mengecek apakah Jokowi betul mahasiswa UGM apa tidak pada tahun 1980. 

Ada 10 universitas yang terkenal misalnya UGM, UI, Undip dan sebagainya.

Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji saat Wawancara Eksklusif di Studio Tribun Network, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji saat Wawancara Eksklusif di Studio Tribun Network, Jakarta, Senin (22/8/2022). (TRIBUNNEWS/Bian Harnansa)

"Dilihat saja di Koran Daerah karena dulu belum ada HP ya. Di Koran Daerah itu namanya Kedaulatan Rakyat. Karena saya pernah di Jogja juga ya," kata Susno Duadji.

"Ada gak nama Pak Jokowi diumumkan di Koran Daerah lulus diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan Tahun 1980?," imbuhnya.

Susno Duadji mengatakan, setelah itu baru dilihat di buku Induk dan sebagainya, dan sebagaiknya.

"Nah kembali kepada apa yang kita perdebatkan malam ini. Mestinya yang diumumkan itu, dan saya yakin ya, Saya yakin Bareskrim sudah on the track," ujar Susno Duadji.

"Dia (Bareskrim) sudah memeriksa, saksi, memeriksa segala macam.  Baru pada kesimpulan ijazah ini sah. Jadi?," jelas Susno Duadji sambil merentangkan kedua tangannya.

"Belum sampai kesimpulan sah, sah kan ni. Baru identik," timpal Guru Besar Hukum Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad.

Bareskrim Polri Sudah Periksa Pengumuman Seleksi Mahasiswa di Koran Tahun 1980

Bareskrim Polri secara tegas menyatakan jika ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) adalah asli.

Bareskrim Polri juga memastikan Jokowi pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah melakukan proses verifikasi.

Menurut polisi, Jokowi telah memenuhi semua syarat untuk lulus sebagai sarjana kehutanan dari UGM.

Baca juga: Di Solo, Jokowi Buka Suara Soal Nama Masa Kecilnya, Purwoko atau Mulyono?

Untuk menjawab keraguan publik soal ijazah Jokowi, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, membeberkan salah satu bukti Jokowi pernah berkuliah di UGM.

Bukti yang diperlihatkan itu adalah pengumuman kelulusan mantan wali kota Solo itu dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dimuat di surat kabar Kedaulatan Rakyat.

"Penyelidikan menemukan bukti bahwa Insinyur Joko Widodo mendaftar dan diterima di Fakultas Kehutanan UGM pada 1980," kata Djuhandhani dalam konferensi pers, Kamis (22/5/2025).

"Bukti ini tercantum dalam koran Kedaulatan Rakyat yang merilis informasi mengenai 3.169 peserta yang berhasil dalam ujian masuk PPI atau Proyek Perintis 1 UGM pada Jumat, 18 Juli 1980," tutur Djuhandhani menjelaskan.

Baca juga: Sejarah Tumpang Mbok Jami yang Legendaris di Sragen, Langganan Jokowi saat Masih Wali Kota Solo

Tampak dalam hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru UGM yang dimuat di Kedaulatan Rakyat itu, nama Joko Widodo tercantum di halaman 4 kolom 6, urutan ke-14 untuk Fakultas Kehutanan.

IJAZAH JOKOWI - (kiri) Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) selesai diperiksa di Bareskrim Polri terkait dengan dugaan ijazah palsu, Selasa (20/5/2025). (kanan) Ijazah UGM milik Joko Widodo yang diambil dari penyidik Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Akhirnya penampakan ijazah Jokowi yang belakangan jadi polemik terungkap.
IJAZAH JOKOWI - (kiri) Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) selesai diperiksa di Bareskrim Polri terkait dengan dugaan ijazah palsu, Selasa (20/5/2025). (kanan) Ijazah UGM milik Joko Widodo yang diambil dari penyidik Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Akhirnya penampakan ijazah Jokowi yang belakangan jadi polemik terungkap. (Kompas.com/Shela Octavia)

Bareskrim juga telah melakukan verifikasi keaslian koran tersebut.

"Keaslian koran tersebut telah diverifikasi melalui keterangan staf perpustakaan," ujar Djuhandhani.

Kemudian juga ada surat kabar Bernas dalam edisi yang sama juga mencantumkan jadwal pendaftaran ulang bagi mahasiswa baru Fakultas Kehutanan UGM, yang dijadwalkan pada Senin, 28 Juli 1980.

Jadwal tersebut juga sesuai dengan dokumen registrasi mahasiswa atas nama Joko Widodo yang tersimpan di arsip Fakultas Kehutanan UGM.

Baca juga: Tegaskan Bukan Kasmudjo, Jokowi Ungkap Sosok Pembimbing Skripsinya saat Kuliah

Djuhandhani menjelaskan bahwa dokumen tersebut telah diuji secara laboratorium oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan dinyatakan identik atau berasal dari produk yang sama dengan koran tersebut.

Hal ini juga berlaku untuk berbagai dokumen akademik milik Joko Widodo, seperti Kartu Hasil Studi (KHS), bukti pembayaran SPP, surat izin her-registrasi, dan surat keterangan lulus ujian praktik, yang juga telah diperiksa keasliannya oleh Puslabfor.

"Dokumen mengenai praktik lapangan Jokowi selama kuliah, termasuk KKN di Boyolali dan penelitian masalah kehutanan di Surakarta, juga telah ditemukan dan diverifikasi," tambahnya.

Penyelidikan juga melibatkan pemeriksaan terhadap skripsi asli Jokowi yang berjudul "Studi tentang Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta".

Hasil dari Puslabfor menunjukkan bahwa skripsi tersebut diketik dengan menggunakan mesin tik tipe pika, dan halaman pengesahan dicetak dengan teknik hand press, yang merupakan praktik umum pada masa itu.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved