Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Rocky Gerung Tanggapi Polemik Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut, Curigai Dinasti Jokowi Lewat Bobby

Adapun empat pulau yang menjadi sengketa itu adalah Pulau Mangkir Kecil, Pulau Mangkir Besar, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM DAN TRIBUNNEWS.COM
JOKOWI DNA BOBBY - Potret mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution beberapa waktu lalu. Pengamat politik, Rocky Gerung, memberikan tanggapannya soal sengketa empat pulau Aceh-Sumatera Utara (Sumut). 

TRIBUNSOLO.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung, memberikan tanggapannya soal sengketa empat pulau Aceh-Sumatera Utara (Sumut).

Rocky Gerung yang merupakan pendiri Setara Institute ini menilai wajar apabila publik merasa perebutan pulau sebagai bentuk upaya Joko Widodo (Jokowi) dan menantunya, Gubernur Sumut, Bobby Nasution, untuk tetap menguasai sumber daya alam yang ada di Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, empat pulau yang menjadi sengketa itu adalah Pulau Mangkir Kecil, Pulau Mangkir Besar, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan.

Baca juga: Akhir Polemik 4 Pulau yang Disengketakan, Prabowo Putuskan Semuanya Masuk Wilayah Aceh Bukan Sumut

Selama ini, pulau-pulau tersebut berada di wilayah yang berbatasan langsung antara Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dan Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.

"Sangat masuk akal bila publik, terutama publik Aceh, menganggap bahwa empat pulau itu jadi semacam kepentingan yang hendak dikuasai oleh Bobby, karena Bobby adalah tetap bagian dari dinasti Jokowi," katanya, dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (18/6/2025).

Rocky menjelaskan, ada sesuatu yang istimewa di dalam pulau itu.

Entah untuk pariwisata hingga pengembangan industri.

Apalagi, jika di sana ditemukan bahan mineral, baik itu nikel, batu bara, atau gas alam, bahkan minyak, sehingga dianggap sebagai pulau strategis secara ekonomi dan bisnis yang bisa mengundang investor.

Baca juga: Sosok Nyoman Giri Prasta, Wagub Bali yang Nyatakan Tidak Butuh Kehadiran GRIB Jaga Pulau Dewata

"Jadi, sebetulnya kepentingan ekonomi sudah tiba di situ sebelum masalah politik dimulai. Kita bisa ulas lagi secara sejarah, semua undang-undang dari tahun 50-an yang sudah diriset itu memang menunjukkan final bahwa itu (4 pulau) milik Aceh."

"Kalau undang-undang itu tidak diperhatikan, itu penanda bahwa ada sesuatu yang dilanggar, hendak diterobos demi memastikan bahwa pulau-pulau itu manfaat ekonominya akan jatuh di tangan Bobby Nasution," ujarnya.

Karena hal tersebut, Rocky mengatakan tidak salah jika publik mulai menghubung-hubungkan antara kepentingan bisnis dan politik, yang saat ini diwujudkan dalam bentuk keinginan Gubernur Sumut untuk mengambil manfaat dari pulau-pulau tersebut.

"Ini yang mulai dibaca oleh masyarakat umum bahwa pulau-pulau itu beraspek bisnis karena gubernurnya adalah bagian dari kepentingan mantan presiden Jokowi."

"Tidak salah bila orang mulai menghubung-hubungkan antara kepentingan bisnis dan politik yang pada sekarang diwujudkan dalam bentuk keinginan gubernur Sumatera Utara untuk mengambil manfaat dari pulau-pulau itu," ucap Rocky.

Baca juga: Setelah Ijazah Jokowi Kini Muncul Isu Pemakzulan Gibran, Waketum JoMan Curiga Skenario Pengaturan

"Jadi orang menganggap jangan-jangan ini adalah perluasan kedinastian Presiden Jokowi, melalui menantunya Bobby Nasution, itu hal yang  harus mulai dibaca hari ini," sambungnya.

Sebagai informasi, kini empat pulau yang menjadi sengketa itu telah dikembalikan kepada Aceh, setelah Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan empat pulau itu sebagai wilayah administratif Aceh.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved