TOPIK
Kasus PMK di Boyolali
-
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Boyolali berdampak juga pada bisnis kuliner. Ini dirasakan warung pengolah sapi yang kekurangan pasokan.
-
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Boyolali berdampak juga pada bisnis kuliner. Ini dirasakan warung pengolah sapi yang kekurangan pasokan.
-
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebak di Boyolali ternyata membuat pasokan daging sapi ke warung tersendat.
-
Peyebaran kasus PMK di Boyolali kian meluas. Kini ada ratusan sapi yang terpapar. Kasus PMK ini terjadi sejak pertengahan Desember 2024.
-
Upaya pengendalian penyakit mulut dan Kuku (PMK) terus dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali. Salah satunya dengan vaksinasi.
-
Sejak awal Desember 2024 lalu hingga saat ini, tercatat sapi yang terpapar PMK sebanyak 188 kasus.
-
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini meneror sapi-sapi para peternak di Boyolali, Jawa Tengah.
-
Tercatat, sejak Desember 2024 lalu hingga sekarang, 17 ekor sapi di Boyolali mati akibat penyakit yang disebabkan virus itu.
-
Sejak Desember 2024 lalu hingga sekarang, 17 ekor sapi di Boyolali mati akibat PMK.
-
Sejak Desember 2024 lalu hingga sekarang, 17 ekor sapi di Boyolali mati akibat penyakit yang disebabkan virus itu.
-
Berikut 3 Fakta soal kasus PMK di Boyolali Jateng. Sampai saat ini kasus masih terus terjadi.
-
PMK sudah mematikan belasan sapi di Boyolali. Tercatat sejak Desember 2024, ada kematian sapi yang terjadi di Boyolali.
-
Petani Boyolali terdampak PMK. Mereka merugi hingga nilai yang fantastis mencapai ratusan juta.
-
Terbaru, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali mencatat 17 ekor sapi mati dan 102 ekor sapi bergejala PMK.
-
Dari awal Desember 2024 hingga saat ini sudah ada 17 sapi yang mati akibat penyakit yang disebabkan virus itu.
-
Petani khusus pedagang sapi sebaiknya lebih waspada virus penyakit mulut dan kuku (PMK).
-
Kasus PMK di Boyolali menyebabkan 5 ekor sapi mati. Ini dari kurun waktu Oktober hingga Desember saat ini.