Breaking News:

Abu Bakar Baasyir Bebas

Kunjungan Pertama Danrem 074/Warastrama ke Ponpes Ngruki, Temui Abu Bakar Ba'asyir yang Baru Bebas

Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim membenarkan ada tokoh di Solo Raya yang datang ke di Ponpes Al Mukmin Ngruki.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok Korem 074
Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Rano Tilaar berbincang dengan Abu Bakar Ba'asyir saat kunjungan ke Ponpes Al-Mukmin Ngruki di Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (23/1/2021). 

Selain mereka, sejumlah ustadz pondok pesantren juga turun berkunjung bertemu Abu Bakar Ba'asyir.

"Perwakilan tokoh masyarakat dari tokoh ormas terdaftar sekitar 26 orang. Didampingi TPM (Tim Pengacara Muslim). Sama pengurus pondok yang kemarin berhalangan," kata Endro.

Tidak ada acara resmi atau tausiyah saat penerimaan tamu Abu Bakar Ba'asyir tersebut. Pertemuan hanya sebatas ramah tamah.

"Acaranya sarapan. Hanya ramah tamah, ngobrol biasa. Bukan tausiyah, karena tausiyah membutuhkan energi yang besar, jadi yang ringan-ringan," katanya.

Selang sehari kepulangan, Abu Bakar Ba'asyir hanya berisirahat di kediamannya.

Endro mengungkap Abu Bakar Ba'asyir juga sempat berjalan-jalan di dalam ponpes.

"Tadi setelah salat subuh beliau jalan-jalan di sekitar masjid. Ini sudah tidak ada kegiatan, istirahat," tambahnya.

Menjaga Abu Bakar dari Radikalisme

Sebelumnua, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir telah bebas.

Kini, dia kembali ke kediamannya di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/1/2021). 

Meski usianya sudah 83 tahun, putra Ba'asyir, Abdul Rochim mengatakan ayahnya masih akan melakukan dakwah. 

"Soal dakwah, beliau merupakan seorang ulama, dan dia berkewajiban untuk menyampaikan ilmunya kepada umat," katanya kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Kegiatan Pertama Abu Bakar Baasyir Tiba di Rumah : Salat di Masjid Ponpes Ngruki, Menyapa Santri

Baca juga: Lama Tak Lihat Kota Solo, Abu Bakar Baasyir Kagum Komentari Flyover Manahan : Ini Solo yang Baru

"Tugas itu akan terus dilakukan beliau sampai Allah mengambil nyawa beliau," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Iim itu mengatakan, dengan kondisi Ba'asyir yang sekarang, akan ada penyesuaian terkait dakwah yang akan dilakukan. 

"Untuk bentuk dakwahnya bagaimana, nanti akan disesuai dengan kemamapuannya," ucapnya. 

Namun untuk saat ini, keluarga menghendaki agar Ba'asyir beristirahat terlebih dahulu. 

Iim mengaku, keluarga akan menjaga dan membentengi Abu Bakar Ba'asyir dari paham radikalisme. 

Dia menjelaskan, paham radikalisme tidak hanya dari kelompok ISIS saja, tapi dari kelompok radikalisme lainnya. 

"Apapun pemikiran dan cara berfikir tidak benar, berlebih-lebihan, ekstrimisme dan sebagainya, apapun namanya ISIS atau tidak ISIS, dijauhkan," kata dia.

Ba'asyir sendiri sebelumnya divonis 15 tahun hukuman penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 2011.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Injakkan Kaki di Ponpes Ngruki, Warga Pesantren Langsung Pekikan Allahu Akbar

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas Murni, Peran Keluarga Tetap Penting, Ini Penjelasan Pengamat Terorisme

Putusan itu tak berubah hingga tingkat kasasi.

Ba'asyir dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

"Dari pihak keluarga semampunya, dan kita berikan penjelasan untuk menjauhkan pemikiran demikian," ucapnya. 

Lebih lanjut Iim menjelaskan, memiliki cara tersendiri untuk menjauhkan Ba'asyir dari kelompok radikalisme. 

Pihaknya akan meluruskan pemahaman radikalisme tersebut dengan ilmu. 

"Caranya terbaik untuk meluruskan atau menghadapi pemikiran itu dengan ilmu," katanya. 

"Kita kembalikan pandangan itu dengan ilmunya, bagaimana Al-quran dan sunah Rasullulah mengajarkan Islam yang benar," jelasnya. 

"Ketika kita bisa kembali yang benar dengan ilmu yang luas, maka akan ada keseimbangan ilmu dalam berpandangan. Upaya seperti itu insya Allah yang akan dilakukan," terangnya.

Tiba di Ponpes Ngruki

Abu Bakar Ba'asyir akhirnya tiba di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/1/2021).

Jubir Ponpes Ngruki, Endro Sudarsono mengatakan, kegiatan pertama saat Abu Bakar Ba'asyir sampai yakni menuju rumahnya terlebih dahulu di lingkungan pesantren.

Setelah sampai di rumahnya, sosok yang bebas setelah menjalani hukuman akibat kasus terorisme itu, kemudian menyempatkan diri menyapa sanyri dari jarak yang jauh.

Dia melambaikan tangan beberapa kali.

Baca juga: Lama Tak Lihat Kota Solo, Abu Bakar Baasyir Kagum Komentari Flyover Manahan : Ini Solo yang Baru

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Bebas, Keluarga Siap Bentengi dari Paham Radikalisme : Kembali ke Al-Quran

Setelah itu salat dan makan bersama rombongan.

Bahkan warga Ponpes Al Mukmin Ngruki mulai santri hingga ustaz menyambut kepulangan Abu Bakar Ba'asyir dengan pekikan Allahu Akbar. 

Saat itu Abu Bakar Ba'asyir terlihat menggunakan kursi roda di pintu masjid.

Sebelumnya, Abu Bakar Ba'asyir tiba di Ponpes Al Mukmin Ngruki, pukul 13.40 WIB.

Pantauan di lapangan, Abu Bakar Ba'asyir datang dengan mobil dan langsung masuk dalam pondok pesantren. 

Ada mobil hitam yang masuk pertama kemudian diikuti mobil putih.

Abu Bakar Ba'asyir diketahui berangkat dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pagi ini Pukul 05.21 WIB. 

Mereka melakukan perjalanan melalui jalur darat selama kurang lebih 8 jam. 

Kagum Wajah Solo

Setelah sekian lama tak melihat suasana bebas, Abu Bakar Ba'asyir terhenyak saat melewati Kota Solo, Jumat (8/1/2021).

Mantan terpidana terorisme yang bebas setelah masa tahanan 15 tahun itu langsung pulang.

Ba'asyir bertolak dari Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jabar pukul 05.21 WIB menuju ke kediamannya.

Yakni di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Dukuh Ngruki RT 04 RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Rombongan Ba-asyir menggunakan jalur darat alias mobil di antaranya keluar dari pintu Tol Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. 

Kepadatan terjadi di simpang empat Jl Moewardi Kottabarat saat uji coba Flyover Manahan, Rabu (19/12/2018) siang.
Kepadatan terjadi di simpang empat Jl Moewardi Kottabarat saat uji coba Flyover Manahan, Rabu (19/12/2018) siang. (TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO)

Sehingga rombongan melewati Kota Solo, saat perjalanan menuju Ponpes Ngruki.

Mereka tiba pukul 13.40 WIB.

Menurut Kuasa Hukum Ba'asyir, Ahmad Mihdan, sepanjang perjalanan kedua putra Ba'asyir memberitaukan perkembangan Kota Solo.

Termasuk pembangunan Kota Solo, yang saat ini memiliki Flyover Manahan. 

"Selama diperjalanan dua putranya menjelaskan kondisi Solo, seperti flyover," kata dia.

"Saat melintas di Flyover Manahan, Ustadz Abu mengatakan ini Solo yang baru," imbuhnya.

Sesampainya di Ponpes, Ba'asyir diperiksa kembali kesehatannya, dan melaksanakan salat. 

Putra Ba'asyir Abdul Rochim menambahkan, pihak keluarga akan melihat kondisi kesehatan Ba'asyir selama beberapa waktu.

"Setelah ini Ustadz Abu beristirahat di rumah, kita tidak tahu efek perjalanan jauh ada apa, kita fokus kesehatan beliau," ucapnya. 

Terkait apakah Ba'asyir akan mejalankan isolasi mandiri, pria yang akrab disapa Iim itu mengatakan tidak melakukannya. 

"Tidak menjalankan karantina mandiri, karena kondisinya sehat. Tapi kami upayakan beliau terjaga, agar terjaga dari resiko penularan," jelasnya. 

Bukan Pakai Pesawat

Rombongan Abu Bakar Ba'asyir menempuh jalur darat dari Lapas Kelas IIA Gunungsindur Bogor ke Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Jumat (8/12/2021).

Setidaknya ada 4 mobil pribadi yang mengantar kepulangan Abu Bakar Ba'asyir.

Rombongan berangkat dari Lapas Kelas IIA sekira pukul 05.21 WIB dengan pengawalan ketat petugas keamanan di antaranya Densus 88 Antiteror.

"Diperkirakan menempuh perjalanan selama 8 jam," kata Jubir Ponpes Al Mukmin Ngruki, Endro Sudarsono kepada TribunSolo.com.

Abu Bakar Ba'asyir keluar lapas menggunakan ambulans berplat nomor B-1642-PIX. 

Mobil tersebut didampingi empat mobil pendamping yang mengikuti dari belakang. 

Endro Sudarsono mengatakan keempat mobil tersebut diisi perwakilan keluarga, tim pengacara muslim (TPM), dan tim dokter. 

Baca juga: Cerita Keseharian Abu Bakar Baasyir di Balik Jeruji Sebelum Bebas: Rajin Menulis

Baca juga: Foto Suasana Ponpes Ngruki di Hari Bebasnya Abu Bakar Baasyir : Tak Biasa, Pintu Dijaga Ketat

Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim atau Ustaz Iim turut dalam rombongan penjembut.

"Yang menjemput ada perwakilan keluarga, salah satunya Ustaz Iim, PTM, dan tim medis," kata Endro kepada TribunSolo.com.

"Jadi ada 3 unsur yang menjemput dan empat mobil," tambahnya. 

Setibanya di Pondok Pesantren Al - Mukmin, tidak ada acara penyambutan kedatangan Abu Bakar Ba'asyir. 

Pertimbanganya, masih mewabahnya virus Corona. 

"Tidak ada penerimaan tamu. Ini juga masih Pandemi Covid-19, supaya bisa bersinergi dengan pemerintah," tutur Endro.

Dari Bogor

Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir, Jumat (8/1/2021) dinyatakan bebas murni dari Lapas Khusus Kelas II A Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Pantauan TribunnewsBogor.com, perwakilan keluarga Abu Bakar Baasyir langsung melakukan penjemputan didampingi langsung oleh tim pengacara dan tim dokter.

Baca juga: H-1 Kepulangan Abu Bakar Baasyir, Area Ponpes Al-Mumin Ngruki Steril Bagi Para Tamu

Abu Bakar Baasyir keluar dari Lapas Khusus Kelas II A Gunungsindur, Kabupaten Bogor pada pukul 05.21 WIB.

Berdasarkan pantauan, Abu Bakar Baasyir keluar dengan menggunakan ambulans berplat nomor B 1642 PIX dan mobil berukuran sedang bernomor polisi AD 1138 WA.

Selain itu, terdapat empat mobil pendamping di belakang ambulans dan mobil berukuran sedang tersebut.

Pengacara Abu Bakar Baasyir, Hasyim Abdullah mengaskan tidak ada penjemputan umum terkait pembebasan murni Abu Bakar Baasyir, Jumat 8 Januari 2021.

Hasyim menjelaskan bahwa yang akan melakukan penjemputan adalah pihak perwakilan keluarga, tim pengacara dan tim dokter.

"Jadi yang akan melakukan penjemputan itu putranya, pengacara dan tim dokter. Tim dokter juga ada beberapa yang ikut mengawal nantinya. Tidak ada penjemputan secara umum. Untuk di sana juga tidak ada karena mengingat situasi pandemi covid ini," ujarnya.

Dikawal Densus 88

Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim atau biasa akrab dipanggil Ustaz Iim menjelaskan, nantinya penjemputan ayahandanya melalui jalur darat. 

"Kita memutuskan menggunakan jalur darat," papar Iim kepada TribunSolo.com, Selasa (5/1/2021). 

Baca juga: Bakal Hirup Udara Bebas, Abu Bakar Baasyir Dijemput 3 Orang, Termasuk Puteranya Ustaz Iim

Iim menyebutkan nantinya akan ada pengawalan oleh Densus 88 Anti Teror sampai ke rumah. 

"Dikawal oleh Densus sampai ke rumah," jelas dia. 

Akan berangkat jam berapa dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor Jumat (8/1/2021) nanti, Iim mengaku belum mengetahui. 

Baca juga: Suasana Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo Jelang Kepulangan Abu Bakar Baasyir: Ada Spanduk Khusus

Baca juga: 5 Fakta Jelang Abu Bakar Baasyir Bebas, Rencana Pulang Pakai Mobil ke Ponpes Ngruki Sukoharjo

Sebab, di sana tentu akan mengurus administrasi terlebih dahulu. 

"Kita belum tahu berangkat (pulang) jam berapa, kita ikut prosedur di lapas nanti tentu ada administrasi," papar dia.

"Berdoa saja mudah-mudahan cepat dan lancar," katanya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved