Berita Jateng
Predator Anak Berkedok Pengurus Yayasan dan Guru Agama di Magelang Jateng, 4 Santri jadi Korban
Dari hasil penyidikan polisi, tersangka diketahui melakukan pencabulan terhadap tiga santri, sementara satu orang menjadi korban sodomi.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, MAGELANG - Seorang pengurus yayasan berinisial CBS (32) diduga melakukan kekerasan seksual terhadap empat santri di wilayah Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Dari hasil penyidikan polisi, tersangka diketahui melakukan pencabulan terhadap tiga santri, sementara satu orang menjadi korban sodomi.
Adapun semua korban masih berstatus anak-anak.
Baca juga: Beredar Poster Gibran for Ketum, Golkar DIY Anggap Bentuk Pelecehan : Kami Punya Aturan
Kapolresta Magelang, Kombes Pol Mustofa, menjelaskan penindakan terhadap CBS berawal dari laporan yang dilayangkan pengurus yayasan ke polisi.
"Yang melaporkan adalah pengurus yayasan itu sendiri karena mendengar cerita korban, ada peristiwa tentang kekerasan seksual terhadap beberapa korban," ujar Mustofa saat memimpin konferensi pers di Mapolresta Magelang, Senin (12/8/2024).
Mustofa mengungkapkan jika tersangka melakukan aksi bejatnya sebanyak delapan kali dalam kurun waktu hampir satu tahun.
Yaitu selama Agustus 2023 hingga Juli 2024.
Baca juga: Bejat, Ayah di Pati Jateng Rudapaksa Anak Tiri Masih SMP Selama 2 Tahun, Sering Aniaya Istri Sendiri
"Jadi tersangka ini memiliki penyimpangan seksual namun akan kita periksa kembali lewat psikologi soal penyimpangan-penyimangan yang dialami tersangka," ungkapnya.
Tersangka ketika melancarkan aksinya menggunakan modus merayu korban dengan memberi uang atau hadiah seperti baju.
Dia juga menakut-nakuti korban dengan memanfaatkan posisinya sebagai pengurus yayasan.
Mustofa mengungkapkan, CBS melancarkan aksi bejatnya malam hari saat kondisi ponpes sepi.
Baca juga: 5 Fakta Pelecehan 2 Bocah di Klaten Jateng, Pelaku Predator Anak Pernah Cabuli Anak Sendiri
"Modusnya dengan bujuk rayu apalagi tersangka kan pengurus yayasan. Apalagi korban di yayasan tersebut kan ada rasa ketakutan (dengan tersangka) apalagi ponpes ini kan memang menampung orang yang kurang mampu," katanya.
Mustofa mengatakan, ada peluang jika jumlah korban akan bertambah khsusnya dari lingkungan ponpes tempat tersangka bekerja.
Terlebih tersangka juga pernah menjadi guru MTS dan SMK di wilayah Magelang untuk mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Jawa.
Polisi pun berupaya melakukan pengembangan kasus.
Baca juga: KESAKSIAN Warga Soal Kebakaran di Pabrik Olahan Kerupuk Klaten Jateng: Karyawan Selamatkan Tabung
Polisi Dalami Soal Kekerasan dan Interogasi Pakai Senjata Api, Soal Salah Tangkap Pencari Bekicot |
![]() |
---|
Nasib Polisi Grobogan yang Salah Tangkap Pencari Bekicot, Kini Diperiksa Propam, Bakal Disanksi |
![]() |
---|
Kesaksian Kusyanto, Korban Salah Tangkap di Grobogan: Polisi Sudah Datang Minta Maaf |
![]() |
---|
Sosok Kusyanto, Pencari Bekicot yang Jadi Korban Salah Tangkap di Grobogan, Ungkap Kerugian |
![]() |
---|
Kisah Pencari Bekicot di Grobogan, Lagi Istirahat Dituduh Polisi Curi Pompa Air, Kapolres Minta Maaf |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.