Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Jateng

Waspada! 3 Sungai di Jateng Ini Bisa Jadi Jalan Tsunami jika Gempa Megathrust Terjadi

Untuk informasi, gempa megathrust merupakan gempa bumi berukuran sangat besar yang terjadi di zona subduksi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/BAYUAPRILIANO
Arus sungai Bogowonto pada Rabu (14/2/2024). 

TRIBUNSOLO.COM, PURWOREJO - Kajian Risiko Bencana (KRB) menyebutkan jika ada tiga sungai di wilayah Kabupaten Purworejo yang berpotensi menjadi jalan tol tsunami.

Catatannya jika gempa megathrust benar-benar terjadi di wilayah tersebut.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Purworejo Sutijoso Brahmanto menjelaskan ada potensi tsunami dengan tinggi gelombang 30 meter usai gempa megatrusht.

Baca juga: Sekda DIY Belum Melarang Wisatawan ke Pantai Terkait Potensi Ancaman Gempa Megathrust, Ini Alasannya

Untuk informasi, gempa megathrust merupakan gempa bumi berukuran sangat besar yang terjadi di zona subduksi.

Zona Subduksi yaitu wilayah di mana salah satu lempeng tektonik Bumi terdorong ke bawah lempeng tektonik lainnya.

Dua lempeng yang terus-menerus bergerak maju satu sama lain dan saling bersentuhan, menyebabkan penumpukan regangan melebihi gesekan antara dua lempeng dan terjadilah gempa megathrust yang besar.

"Ini masih potensi bukan prediksi. Jika nanti ada tsunami, ada tiga sungai yang bakal jadi jalan tol untuk air," kata Brahmanto, Rabu (11/9/2024).

Baca juga: Banyak Purnawirawan jadi Timsesnya, Ahmad Luthfi Bantah Strategi Kuasai Kandang Banteng di Jateng

Adapun ketiga sungau tersebut yakni Sungai Bogowonto yang berbatasan dengan Purworejo-DIY, Sungai Jali di perbatasan Kecamatan Grabag dan Ngombol, dan Sungai Wawar berbatasan dengan Kebumen.

Jika gempa megathrust terjadi, tsunami bakal menyapu seluruh wilayah pesisir selatan yang berada di tiga kecamatan yang ada di Purworejo, yakni Purwodadi, Ngombol, dan Grabag.

“Ketiga sungai ini berpotensi menjadi jalan tol tsunami karena tidak ada kelokannya,” jelas Brahmanto.

Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi risiko apabila terjadi tsunami, pihaknya tengah melakukan beberapa upaya.

Baca juga: Info Loker Lur! Ada Job Fair 2024 di Karanganyar Jateng: 6 Ribu Lowongan Tersedia

Salah satunya adalah mengadakan sekolah lapangan bekerja sama dengan BMKG.

BPBD juga melakukan penanaman pohon nyamplung yang dapat menahan atau memperlambat laju tsunami.

Upaya itu menurutnya, dilakukan bekerja sama dengan Perhutani.

Di samping itu, ada sebanyak 24 Early Warning System (EWS) yang sudah dipasang untuk peringatan saat terjadi tsunami. EWS tersebut menurutnya setiap tanggal 26 selalu diujicobakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk yang berada di Purworejo.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved