Pencabulan Oknum Guru Silat di Wonogiri

Kabar Baik, Kondisi Korban Pencabulan Guru Silat di Purwantoro Wonogiri Mulai Stabil

Kondisi korban pencabulan oleh S (56) oknum guru silat di Purwantoro disebut sudah mulai stabil usai pendampingan yang dilakukan sejumlah pihak.

Tayang:
TribunSolo.com/Aji Bramastra
KEKERASAN SEKSUAL : Ilustrasi kekerasan seksual ke anak-anak, beberapa waktu lalu. Kondisi korban pencabulan oleh S (56) oknum guru silat di Purwantoro disebut sudah mulai stabil usai pendampingan yang dilakukan sejumlah pihak. 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Kondisi korban pencabulan oleh S (56) oknum guru silat di Purwantoro disebut sudah mulai stabil usai pendampingan yang dilakukan sejumlah pihak.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Kurnia Listyarini mengatakan pihaknya telah turun tangan melakukan pendampingan terhadap korban.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah turun ke lapangan dan bertemu dengan anak-anak yang menjadi korban. Selain itu pemeriksaan psikologis juga telah dilakukan.

"Kondisi anak-anak sudah stabil, tidak ada yang terindikasi trauma berat," paparnya, Kamis (10/4/2025).

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mendampingi dan mengawasi anak-anak yang menjadi korban.

"Harus dipastikan anak-anak yang menjadi korban melanjutkan masa depan dan pergaulan mereka di masyarakat. Kita titipkan ke Kepala Desa dan Camat," imbuhnya.

PENCABULAN REMAJA - S (56) oknum guru silat yang mencabuli sejumlah anak di bawah umur yang merupakan muridnya sendiri di Purwantoro, Wonogiri, tengah diinterogasi polisi, Kamis (3/4/2025). Sudah ada 7 orang yang melapor sebagai korban pencabulan dari S
PENCABULAN REMAJA - S (56) oknum guru silat yang mencabuli sejumlah anak di bawah umur yang merupakan muridnya sendiri di Purwantoro, Wonogiri, tengah diinterogasi polisi, Kamis (3/4/2025). Sudah ada 7 orang yang melapor sebagai korban pencabulan dari S (TribunSolo.com/Istimewa)

Kurnia meminta agar pihak pemerintahan desa dan kecamatan untuk melakukan pengawasan aktivitas anak agar tidak melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat.

Ia menyoroti aktivitas latihan bela diri yang dilakukan tengah malam saat hari sekolah. Berdasarkan informasi yang diterimanya, latihan silat dilakukan 2 kali setiap minggunya.

"Mereka anak-anak SMP, seminggu dua kali latihan dari jam 19.00 sampai 02.00 malam. Hal-hal seperti itu kan harus dicermati oleh tokoh masyarakat. Tidak sewajarnya anak-anak sekolah beraktivitas sampai tengah malam seperti itu," kata Kurnia.

Baca juga: Guru Silat Asal Purwantoro Wonogiri yang Cabuli 7 Siswanya Terancam Penjara Maksimal 15 Tahun

Pihaknya berharap, seluruh tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Wonogiri ikut menjaga anak-anak apabila mereka mengikut aktivitas yang mungkin mengganggu tugas utama yakni belajar.

Ia menekankan tidak mempermasalahkan anak-anak mengikuti kegiatan ekstra, asalkan dilakukan di waktu yang sesuai dan tidak mengganggu waktu belajar dan istirahat anak.

"Saya meyakini itu bukan hanya di satu tempat (latihan sampai malam) walaupun pelatihnya beda-beda. Anak-anak tugas utamanya belajar, kalaupun ikut latihan yang lainnya masih di jam-jam yang wajar," jelasnya. 

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved