Popularitas Dedi Mulyadi Ancam atau Untungkan Prabowo di Pilpres 2029? Ini Kata Burhanuddin Muhtadi
Soal figur Dedi Mulyadi ini pun mendapat respons dari pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, disebut-sebut figur yang mampu mengunbah peta politik level kepala daerah hingga nasional.
Dedi Mulyadi yang populer di media sosial dan rakyat kecil dianggap memiliki potensi besar di Pemilu 2029 mendatang.
Soal figur Dedi Mulyadi ini pun mendapat respons dari pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
Baca juga: Soal Dedi Mulyadi Bakal Gaji Warga Jakarta Rp 10 Juta Jika Jadi Gubernur DKI, Ternyata Salah Hitung?
Dia mengakui jika Dedi Mulyadi adalah kepala daerah paling populer saat ini.
Meskipun belum ada survei resmi yang bisa menangkap kondisi politik terkini, namun Burhanuddin percaya diri dengan analisisnya.
Sayangnya kata dia, melejitnya nama sang 'Gubernur Konten' tak selalu disambut positif oleh beberapa pihak.
Burhanuddin menilai ada pihak yang terganggu dengan demam Dedi Mulyadi.
Pasalnya kata dia, popularitas Dedi di media sosial memiliki efek elektoral yang mengikuti.
Baca juga: Alasan Wali Murid di Bekasi Laporkan Dedi Mulyadi Soal Barak Militer: Tak Ada Jaminan Anak Jadi Baik
"Tentu saja dilihat dari apa yang dia lakukan, dan ratingnya yang tinggi, kalau kita buka ya konten-kontennya di YouTube, di Facebook, di IG, di Twitter, itu banyak sekali tuh ya komen masyarakat yang mendukung langkahnya."
"Jadi tanpa harus di sampaikan secara terus terang, itu tentu saja apa yang dia lakukan sekarang punya implikasi politik elektoral," kata Burhanuddin di program On Point with Adisty, Youtube Kompas TV, tayang Sabtu (10/5/2025).
Alasan Burhanuddin berargumen soal adanya pihak terganggu demam Dedi Mulyadi adalah terkait peta elektoral 2029.
"Saya menduga kalau misalnya demam KDM ini terus berlanjut ya, itu kemungkinan bisa mengganggu kenyamanan tokoh-tokoh lama berkaitan dengan peta elektoral 2029," ujarnya.
Baca juga: Dedi Mulyadi Dikritik Kirim Siswa ke Barak Militer, Susno Duadji: Prabowo Lulusan Pendidikan Militer
Ada potensi besar Dedi berlaga di level Pilpres pada 2029 mendatang.
Jika eks Bupati Purwakarta itu menjadi kandidat calon presiden alias capres, maka dia harus berhadapan dengan ketua umumnya sendiri di Gerindra, Prabowo Subianto.
Partai berlogo kepala Garuda itu sudah menentukan akan mencalonkan Prabowo pada Pilpres 2025 untuk periode keduanya.
Rekam Jejak Rohmat Junaidi : Dulu Sekretaris Tim Agus-Fajar, Karier Melesat Jadi Dirut BUMD Boyolali |
![]() |
---|
Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN, Rocky Gerung Sebut Seolah jadi Sindiran untuk Jokowi di Solo |
![]() |
---|
Ketua PDIP Solo FX Rudy Setuju Puan Apresiasi Prabowo, Nantikan Janji Presiden Sikat Tambang Ilegal |
![]() |
---|
PNS Solo Raya Harap Sabar, Prabowo Belum Bahas Kenaikan Gaji PNS 2026, Terancam Batal? |
![]() |
---|
Dari Solo ke Jakarta, Jokowi Beri 2 Jempol untuk Prabowo Usai Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan MPR |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.