Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Rocky Gerung Sebut Pemuja KDM Rata-rata Ber-IQ 78, Dedi Mulyadi Tak Emosi, Beri Jawaban Skakmat

Rocky Gerung sempat menyebut Dedi Mulyadi dangkal karena mengeluarkan kebijakan pembinaan siswa nakal ke barak militer. 

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN DAN ISTIMEWA
KRITIKAN DEDI MULYADI - (kiri) Akademisi Rocky Gerung memberikan keterangan saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/8/2023). Rocky Gerung sebut kepemimpinan (kanan) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dangkal dan disamakan dengan Jokowi. Kritikan itu pun dibalas oleh Dedi Mulyadi. 

TRIBUNSOLO.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung, melontarkan kritik pedas terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Rocky Gerung sempat menyebut Dedi Mulyadi dangkal karena mengeluarkan kebijakan pembinaan siswa nakal ke barak militer. 

Dirinya juga menilai, kebijakan Dedi Mulyadi disukai banyak orang Indonesia karena mereka menyukai 'kedangkalan'. 

Baca juga: Perkara Kebijakan Barak Militer, Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Komnas HAM

Hal itu terbukti dari IQ orang Indonesia hanya berada di angka 78. 

Meski demikian, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak begitu ambil pusing mengenai angka IQ rata-rata orang Indonesia yang menyukainya. 

"Bagi saya enggak penting, kenapa? Karena saya punya tesis daerah-daerah yang rakyatnya dianggap akademis selalu gagal memilih pemimpinnya," ujar Dedi Mulyadi saat berpidato dalam rangka 100 hari kerja di Lembur Pakuan yang tayang di Channel YouTube-nya pada Rabu (4/6/2025). 

"Daerah yang desa yang orang pintarnya banyak biasanya pemimpinnya selalu hadir yang pemipin yang tidak sukses. Karena orang memimpin dengna pikiran bukan dengan hati," tambahnya. 

Baca juga: Sosok Adhel Setiawan, Laporkan Dedi Mulyadi Soal Barak Militer, Dulu Lapor Komnas HAM kini Bareskrim

Dedi Mulyadi menyebut dia memimpin dengan hati bukan semata pikiran. 

Sebab, hati tidak bisa berbohong. 

"Inilah atraktif kepemimpinan, maka saya menyampaikan kalau kita membangun kerangka berpikir pembangunan hanya didasarkan angka-angka yang ada dalam catatan anggaran belanja daerah sampai kiamat daerah tidak pernah maju. Karena harapan kita hanya pada angka," pungkasnya. 

Sebelumnya, gebrakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di awal pemerintahannya mendapat sorotan hingga banyak yang menyamakan dia dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. 

Rocky Gerung dihadirkan dalam persidangan Penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono, dan Sugi Nur Rahardja (Gus Nur). Dia didatangkan menjadi saksi ahli terdakwa sebagai seorang ahli filsafat di Pengadilan Negeri Surakarta, Kamis (9/3/2023).
POTRET ROCKY GERUNG - Rocky Gerung dihadirkan dalam persidangan Penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono, dan Sugi Nur Rahardja (Gus Nur). Dia didatangkan menjadi saksi ahli terdakwa sebagai seorang ahli filsafat di Pengadilan Negeri Surakarta, Kamis (9/3/2023). (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Bahkan, tidak sedikit yang menjulukan Dedi Mulyadi sebagai Jokowi atau Mulyono jilid II.  

Rocky Gerung menyamakan Dedi Mulyadi dengan Jokowi karena kebijakannya mengirimkan siswa nakal ke barak militer. 

Menurut Rocky kebijakan barak militer bukan mengajak anak untuk berpikir, sekalipun yang menjalani pembinaan karakter adalah siswa bermasalah atau anak nakal.

"Barak itu didisiplinkan tubuhnya. Kalau kita belajar teori-teori disiplinary society oleh Michel Foucault misalnya, fungsi barak militer mendisiplinkan tubuh bukan mengajak orang berpikir," kata Rocky Gerung.

Baca juga: Dedi Mulyadi Dilaporkan Wali Murid ke Bareskrim Polri, Imbas Kebijakan Barak Militer

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved