Program Prioritas Solo Era Gibran

Baru 100 Ton Per Hari, PLTSa Putri Cempo Targetkan Bisa Capai 545 Ton Akhir Tahun Ini

Menurutnya, jika sampah yang diolah bisa ditingkatkan, ia yakin listrik yang dihasilkan juga sesuai dengan ekspektasi.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
SUASANA PUTRI CEMPO. Kegiatan di PLTSa Putri Cempo, Jumat (18/4/2025). Direktur Utama PT. Solo Citra Metro Plasma Power (SCMP) Elan Suherlan mengungkapkan saat ini PLTSa Putri Cempo baru bisa mengolah sampah sekitar 100 ton per hari. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PLTSa Putri Cempo hingga kini masih belum bisa mengolah sampah sesuai dengan ekspektasi awal.

Diketahui PLTSa Putri Cempo dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta (Solo), Jawa Tengah.

Proyek ini merupakan upaya pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk mengolah sampah menjadi listrik.

PLTSa resmi beroperasi sejak 30 Oktober 2023, setelah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan peresmian dilakukan oleh Walikota Solo serta pihak terkait.

Direktur Utama PT. Solo Citra Metro Plasma Power (SCMP) Elan Suherlan mengungkapkan saat ini PLTSa Putri Cempo baru bisa mengolah sampah sekitar 100 ton per hari.

Ia menargetkan akhir tahun ini bisa mencapai 545 ton per hari sesuai ekspektasi awal.

“Cuma bicara kapasitas baru 100 (ton). Secara perlahan kita tingkatkan sampai Desember bisa mencapai target 545 ton per hari,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (12/8/2025).

Baca juga: PLTSa Putri Cempo di Solo Belum Optimal, Wakil Ketua MPR Dorong Revisi Perpres

Meski begitu, menurutnya pembangkit listrik sudah bisa mengolah sesuai target awal yakni 8 megawatt. Hanya saja kemampuan sampah yang diolah belum mencapai seperlima dari yang ditargetkan.

“Dari awal kita sudah jelaskan PLTSA dua plan satu pembangkit listrik satu pengolahan sampah. Kalau pembangkit listrik sudah ready. Pengolah sampahnya baru bisa produksi sekitar 100 ton per hari. Ini dalam rangka mencapai 545 ton sampai Desember nanti,” jelasnya.

Menurutnya, jika sampah yang diolah bisa ditingkatkan, ia yakin listrik yang dihasilkan juga sesuai dengan ekspektasi.

“Kalau misalnya pengolahannya bisa mencapai angka tersebut pembangkit listriknya insyaallah bisa mencapai secara penuh. Bagaimana kita mengolah sampah untuk keperluan pembangkit,” terangnya.

Saat ini PLTSa Putri Cempo baru menghasilkan sekitar 1,5 megawatt. Ia berharap pelan tapi pasti listrik yang dihasilkan bisa meningkat seiring dengan kemampuan pengolahan sampah.

“Listrik yang dihasilkan 1,5-1,6 megawatt. Nanti kalau sudah full kapasitas pembangkitnya insyaallah kita bisa full juga listriknya,” jelasnya.

Baca juga: PSEL Putri Cempo Solo Didenda Karena Gagal Hasilkan 5 Megawatt, Operator Lobi Pemerintah Ubah MoU

Karena tak mencapai target, pihaknya harus menanggung denda yang dikenakan oleh PLN. Ia pun berupaya agar ada penyesuaian sehingga tidak ada yang dirugikan dalam upaya pengelolaan sampah ini.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved