Polemik kuliner non halal Parangjoro Sukoharjo, warga keberatan dekat 17–18 masjid.
Bayi perempuan 7 hari ditemukan di Sukoharjo dalam kondisi hidup, diduga kurang gizi.
Pemilik warung non halal Sukoharjo tegaskan hak usaha meski ditolak warga sekitar.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 06.00 WIB saat seorang warga mendengar suara tangisan dari depan rumah.
Pesan yang tertulis di surat itu yakni ‘Mamah Arum dan Papah Bram, tolong rawat adek, kasihani adik’.
Gundukan tersebut diklaim bukan bentuk aksi penutupan terhadap usaha kuliner non halal tersebut.
Aksi warga tersebut berlangsung secara bertahap, mulai dari penutupan akses jalan hingga pemasangan puluhan spanduk penolakan.
Bayi tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar suara tangisan sekitar pukul 06.00 WIB.
Menurut Jodi, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk melalui pemasangan spanduk maupun aksi lainnya.
Polemik kuliner nonhalal di Parangjoro bermula dari keberatan warga. Ini diungkap ketua RW setempat.
Spanduk-spanduk tersebut dipasang oleh warga sebagai bentuk aspirasi terkait keberadaan warung makan yang menjual menu mie babi.
Polemik kuliner nonhalal di Sukoharjo masih berlanjut, warga menyatakan penolakan adanya kuliner itu.
Warga Parangjoro, Sukoharjo menolak keberadaan kuliner nonhalal. Mereka memasang spanduk penolakan.
Beberapa kloter juga bergabung dengan daerah lain, seperti Klaten dan Sragen, sementara kloter 63 dan 64 diisi penuh oleh jemaah asal Sukoharjo.
Cara kerja pengedar narkoba di Sukoharjo diungkap. Mereka ternyata terorganisir.
Honda Jawa Tengah kembali menggebrak dunia otomotif dengan menggelar event perdana bertajuk Laki Code.
Event modifikasi sepeda motor bertajuk Laki Code diselenggarakan oleh Honda Jawa Tengah.
Peredaran narkoba di Sukoharjo dibongkar polisi. Dua orang sudah diamankan dan terancam hukuman berat.
Peredaran narkotika di Sukoharjo menjadi sorotan, para pelaku ternyata mendapatkan keuntungan yang besar dari transaksi yang ada.