Fakta Menarik Tentang Solo
Makna Batik Parang yang Dilarang Dikenakan di Keraton Solo dan Mangkunegaran
Di Keraton Yogyakarta, status larangan ditetapkan sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 1785, terutama untuk Parang Rusak
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Dipakai putra-putri sah raja dan pejabat tinggi.
Parang Gendreh (8–10 cm)
Untuk istri raja, anak-anak mereka, dan pejabat kelas menengah.
Parang Klithik (4–8 cm)
Dipakai cucu raja dan para gubernur.
Aturan serupa juga berlaku untuk pemakaian pada kain kampuh/dodot yang digunakan dalam upacara adat keraton.
Mengapa Dilarang Dipakai di Acara Pernikahan?
Larangan motif Parang untuk tamu acara adat keraton, termasuk pernikahan bangsawan.
Motif Parang dianggap terlalu sakral, agung, dan identik dengan status kerajaan.
Karena itu, tamu undangan diminta untuk menghormati budaya setempat dengan tidak mengenakan motif tersebut.
Sebagai salah satu motif tertua, Batik Parang tidak hanya indah secara visual tetapi sarat makna filosofis.
Ia melambangkan kekuatan, keteguhan, perjuangan, dan martabat seorang pemimpin.
Selain menjadi identitas budaya, motif ini juga merupakan simbol struktur sosial yang diwariskan ratusan tahun.
Penggunaannya kini memang lebih longgar, namun penghormatan terhadap nilai budaya dan aturan adat tetap harus dijaga.
Baca juga: Warga Solo Jangan Lewatkan! Ada Kirab Budaya Pokdarwis di CFD Slamet Riyadi Minggu 10 Mei 2026
(*)
| Tempe Gembus Mudah Dijumpai di Angkringan Solo, Ternyata Pernah Jadi Penyelamat Saat Krisis Pangan |
|
|---|
| Kisah Menarik Kelurahan Gajahan di Solo, Ternyata Dulu Tempat Kandang Gajah Milik Keraton Surakarta |
|
|---|
| Contohnya Selat, Ini Sejarah Panjang Kenapa Kuliner di Solo Kebanyakan Bercitarasa Manis |
|
|---|
| Cerita Misteri di Ndalem Kalitan Solo Rumah Soeharto, Konon Gamelan di Sana Berbunyi Tiap Malam |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kawasan Baron di Solo: dari Tempat Tinggal Bangsawan, Kini jadi Tempat Kuliner Ikonik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Motif-Batik-Parang-Wow.jpg)