TOPIK
Fakta Menarik Tentang Sragen
-
Soehadi Prijonegoro lahir di Surakarta, 29 September 1906 yang merupakan putra dari Prijo Pramuka, seorang Lurah di Keraton Surakarta
-
Di dalam kandang yang terawat dan bersih itu, puluhan ekor babi tampak dipelihara, mulai dari anak babi hingga yang siap jual.
-
Ketua RT setempat, Sutarno (48) mengatakan bahwa beternak babi di kampungnya itu sudah ada sejak ia lahir.
-
Setelah pertempuran selesai dan Pangeran Sambernyawa melarikan diri, Pangeran Mangkubumi memerintahkan Singanegara, abdi dalam
-
Selain untuk mengungkap potensi budaya di setiap desa, juga nanti akhirnya juga akan disusun sebuah buku ensiklopedia Kabupaten Sragen.
-
Desa Pilang masih menjadi sentra batik di Kabupaten Sragen yang produknya telah terjual ke penjuru Indonesia, bahkan sampai keluar negeri.
-
Kepala Desa Poleng, Pujiono menceritakan asal usul desanya itu bermula dari keberadaan Punden Poleng, yang berada di Dukuh Poleng RT 9.
-
Namun, jejak sejarahnya membuktikan bahwa kawasan ini pernah menjadi lokasi kehidupan satwa purba, termasuk gajah.
-
Secara geografis, Sragen berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi (Jawa Timur), serta Boyolali, Karanganyar, dan Grobogan di sisi lainnya.
-
Meski ukurannya kecil, Dukuh Butuh menjadi pusat wisata religi yang tak pernah sepi dari peziarah, khususnya setiap malam Jumat.
-
Pohon asam tersebut berukuran sangat besar dan tinggi, dengan ranting yang menjulang kemana-mana.
-
Salah satu hal ikonik dari Sragen adalah Kawasan Sangiran, yang merupakan tempat ditemukannya fosil manusia purba dan binatang purba.
-
Konon tiap kecamatan, kelurahan, hingga desa di Sragen memiliki asal-usul dan legendanya masing-masing.
-
Di Sragen ada kisah heroik dari Tumenggung Alap-alap. Mereka dmakamkan di Desa Tanggan, para Tumenggung ini bersama melawan belanda.
-
Pangeran Samudro berniat kembali ke Demak. Namun, dalam perjalanan pulang, ia singgah di Desa Gondang Jenalas
-
Hingga kini, makam Tumenggung Alap-alap yang berada di Desa Tanggan masih terjaga dan dirawat dengan baik oleh masyarakat setempat.
-
Desa Karangpelem berada di sebelah selatan Kabupaten Sragen yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Karanganyar
-
Asal-usul nama Sragen sendiri berasal dari kata pasrah dan legen (fermentasi sari gula kelapa), yang disematkan oleh Pangeran Sukowati.
-
Pengunjung dapat melihat fosil-fosil bersejarah, perlengkapan berburu seperti kapak batu, ilustrasi kehidupan manusia purba
-
Salah satu cerita paling menarik datang dari Desa Blangu, sebuah desa yang dikenal memiliki asal-usul nama yang unik dan sarat makna sejarah.
-
Sebab, di dukuh ini terdapat sejumlah petilasan dan makam yang dipercaya sebagai pedanyangan atau tempat keramat penjaga desa.
-
Terletak di kaki Gunung Lawu, pemandian ini menyuguhkan pengalaman relaksasi sekaligus napak tilas sejarah.
-
Sendang Ontrowulan terletak di sisi utara Makam Pangeran Samudro dan digunakan para peziarah untuk bersuci sebelum berziarah.
-
Tak hanya dikenal karena nilai sejarahnya, Omah Londo juga menyimpan berbagai kisah mistis yang membuat bulu kuduk merinding.
-
Hingga saat ini, Waduk Gebyar atau Waduk Bayut memainkan peran vital dalam memenuhi kebutuhan irigasi pertanian di Sragen.
-
Sendang Kun Gerit dulunya hanyalah sebidang tanah oro-oro milik pemerintah desa yang terbengkalai.
-
Salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi di Sragen adalah Pemandian Air Panas Bayanan, atau dikenal juga sebagai Hyang Tirto Nirmolo.
-
Legenda Gunung Kemukus tidak bisa dilepaskan dari sosok Pangeran Samudra, putra Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit, dari seorang selir.
-
Kelurahan Doyong terdiri dari beberapa dukuh, yaitu: Doyong, Baran, Grabyag, Bibis Kidul, Bulu, Ngempritan, Pungkruk, dan Sawah Ombo.
-
Waduk Kedung Ombo secara spesifik terletak di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.