Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Polemik Pagar Laut

Tanggapi Kasus Pagar Laut: Jokowi Sarankan Investigasi, Mahfud MD Desak Aparat Hukum Usut

Jokowi dan Mahfud MD sudah buka suara soal polemik pagar laut ini. Jokowi meminta ada investigasi dan Mahfud mendesak aparat hukum mengusut.

Tribunnews.com/Herudin
DUA TOKOH NASIONAL: Kolase Foto Mahfud MD dan Joko Widodo. Keduanya berkomentar soal Pagar Laut. 

Ada beberapa kecurigaan yang muncul dari kasus ini. 

Terutama soal penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) pagar laut.

Mahfud meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk bergerak. 

Kasus pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten ini menurut dia, harus diungkap. 

Menurut Mahfud MD, terkait penerbitan sertifikat atas laut ini membuat ada dugaan permainan dengan pejabat-pejabat terkait melibatkan uang.

“Kenapa bermain dengan pejabat, karena bisa keluar sertifikat resmi, bukan hanya satu, pasti itu kejahatan, kalau sudah kejahatan tinggal, kalau mau diambil aspek korupsinya karena pejabat diduga menerima suap, maka KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri itu bisa melakukan tindakan,” kata Mahfud dalam keterangannya, Rabu (29/1/2025). 

Mahfud menegaskan, laut hanya boleh dimiliki oleh negara. 

Tidak ada perusahaan atau perorangan yang bisa memiliki laut. 

Dia membeberkan, di Indonesia tidak pernah ada hak guna laut atau HGB di laut. 

Berkaitan dengan itu, dia meminta agar aparat hukum segera bergerak menelisik kasus ini. 

PAGAR LAUT: Penampakan pagar laut misterius yang berada di pesisir Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/1/2025). Pagar tersebut adalah bagian dari pagar laut sepanjang 30,16 Kilometer di perairan Tangerang.
PAGAR LAUT: Penampakan pagar laut misterius yang berada di pesisir Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/1/2025). Pagar tersebut adalah bagian dari pagar laut sepanjang 30,16 Kilometer di perairan Tangerang. (Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami)

“Semuanya berwenang, dan tidak usah berebutan, siapa yang sudah tahu lebih dulu atau mengambil langkah lebih dulu itu tidak boleh diganggu oleh dua institusi lain," ujarnya.

Mahfud juga menyindir terkait pengurusan kasus ini, dia menyebut aparat takut mengusut ini. 

"Nah, ini saling takut kayaknya, saya heran nih aparat kita kok takut pada yang begitu-begitu, sehingga mencurigakan,” tegas Mahfud.

Dia meminta Presiden Prabowo untuk menindak tegas terkait kasus pagar laut ini.

“Kenapa tidak ada penjelasan bahwa ini sudah diselidiki oleh polisi, ini sudah disidik oleh Kejaksaan Agung, jangan sampai kasusnya hilang, nanti habis dibongkar, semuanya diam-diam karena sudah mendapatkan bagian atau saling melindungi, lalu kasus ini hilang, padahal ini kasus serius,” ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahfud MD Desak Kejagung, Polri, dan KPK Usut Dugaan Korupsi Kasus Pagar Laut Tangerang


 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved